Auto Height Logo

Perbedaan atau Perpecahan, KPA - PA

Kita seperti melihat kisah nelayan menarik kawanan ikan dengan lampu besar. Ikan yang tadinya berkumpul di tuasan atau karang ditarik ke laut bebas. Dan kemudian dipukat dan ditarik ke atas perahu. Begitu juga kisah KPA PA. Mereka tertarik oleh gemerlapnya lampu kekuasaan. Lampu materialisme. Tanpa sadar mereka kemudian akan dimusnahkan.

www.nadpost.com

BANDA ACEH - Hari demi hari belakangan ini publik Aceh disuguhi kisah perpecahan internal Komite Peralihan Aceh - Partai Aceh. Apa yang sedang dipertontonkan para petinggi amat memalukan dan memprihatinkan. Kita seperti sedang menonton sinetron yang penuh intrik dan dramatis.

Kita seperti melihat kisah nelayan menarik kawanan ikan dengan lampu besar. Ikan yang tadinya berkumpul di tuasan atau karang ditarik ke laut bebas. Dan kemudian dipukat dan ditarik ke atas perahu. Begitu juga kisah KPA PA. Mereka tertarik oleh gemerlapnya lampu kekuasaan. Lampu materialisme. Tanpa sadar mereka kemudian akan dimusnahkan.

Seperti kita lihat selama ini KPA PA menghabiskan banyak energi memenangkan pertarungan kuasa. Menghabiskan banyak energi untuk bertikai sesama mereka. Ruang ini kemudian dimanfaatkan para oportunis untuk terus menggesek.

Perpecahan ini mereka manfaatkan untuk mengambil keuntungan. Maka jangan heran kita melihat banyak teman idologis terpinggirkan. Para petualang kini dapat panggung. Mereka hampir mengisi semua ruang di sekeliling penguasa. Perpecahan ini telah merugikan Aceh dalam skala yang luas.

Butir-butir kesepakatan Helsinki dan UUPA tidak juga terealisasi. Sementara pemerintah pusat seperti mengambil manfaat. Mereka merasa tidak terlalu ditekan. Kemudian pura-pura lupa.

Sudah 11 tahun perdamaian. Rezimpun sudah berganti. Tapi aturan pelaksanaan UUPA tak jua selesai. Herannya sudah begini rumit keadaan bukannya KPA PA bersatu. Tapi malah eskalasi perpecahan makin meninggi. Bila dulu pecah di lapisan kedua atau ketiga, kini malah di jajaran puncak.

Sikap Gubernur yang mau menang sendiri, Wali yang terkantuk-kantuk di kursi empuk, menyebabkan pertengkaran makin melebar. Tuha Peuet KPA PA bukan menjadi orang tua. Malah di sinilah sumber perpecahan. Sejak Pilpres lalu perpecahan ini mereka pertontonkan ke publik. Memalukan, ulah Gubernur dan Zakaria Saman membawa perbedaan dukungan ke ranah perpecahan internal. Saat itu Jokwi JK seperti tuhan bagi mereka. Sehingga demi calon presiden ini mereka menghancurkan partai.

Menghancurkan soliditas sesama mereka. Seharusnya sebagai orang yang dituakan mereka lebih bijak. Bukan memenangkan Pilpres yang menjadi tujuan. Tapi meraih semua hak Aceh lah menjadi tujuan. Ini diperparah oleh jajaran pengurus harian yang juga melayani konflik. Hampir tidak ada yang bisa menurunkan tensi kedua kelompok ini. Wali Nanggroe juga seperti “seuniboe lam krueng”. Terbawa ke mana pun air mengalir. Tidak punya sikap. Tidak mau tegas. Cenderung cari aman.

Apa yang sedang dipertontonkan KPA PA tidak masuk akal. Pasalnya mereka adalah bekas kaum pejuang. Pejuang bersenjata yang militan di masa lalu. Kenapa setelah damai mereka menjadi disorientasi? Mengapa mereka lupa tujuan pokok? Ke mana ideologi mereka. Ke mana ingatan mereka.

Apakah kekuasaan dan sedikit materi telah membutakan? Membuat mereka Amnesia. Lupa segala kisah masa lalu. Apa yang didapat hari ini adalah buah dari pengorbanan nyawa, harta dan raga.

Sadarkah mereka perdamain ini untuk jalan pencapaian tujuan perjuangan. Perjuangan menuju Aceh makmur dan sejahtera lahir batin. Bukan perjuangan untuk memperkaya diri, keluarga dan kroni. Atau memang selama perang mereka menipu kita dengan tujuan sebenarnya. Ingat Pilkada bukan tujuan kita berperang. Panggung kekuasaan yang diperebutkan bukan tujuan akhir. Ini hanya sebuah proses mendapat legalitas bagi mencapai tujuan perjuangan. Bukan akhir semua kisah.

Jalan masih panjang. Pemilu lalu rakyat masih mempercaya mereka. Maka sudah saatnya mereka bekerja lebih kuat. Menuntaskan semua janji kepada rakyat. Menuntaskan ikrar kepada teman yang telah meninggal. Sebab bagi yang masih hidup untuk menjadi pahlawan bukan sukses berdamai. Tapi menjadi pahlawan bila janji dan ikrar terwujud. Bila dengan apa yang sedang dipertonton tujuan sebenarnya. Tidak perlu ada perang. Tidak banyak korban. Kursi wali, gubernur dan jabatan empuk lain adalah alat.

Alat bagi menjadi eksekutor atas cita-cita bersama. Alat bagi menebus pengorbanan perang. Jadi sama sekali tidak relevan dengan perilaku saat ini. Seolah semua jabatan empuk itu akhir perdamaian. Rakyat capek dengan retorika. Mereka butuh bukti. Butuh sejahtera. Butuh damai. Dan ini menjadi tugas orang-orang yang diberi kuasa. Jangan berteman dengan oportunis dengan menyingkirkan teman seiring. Jangan korbankan perjuangan demi jabatan sesaat. Atau Anda akan ditabalkan pecundang, bukan sebagai pahlawan.

COMMENTS

BLOGGER
Nama

#BenderaAceh #Mou Helsinki #Pilkada 2017 Aceh Aceh Barat Aceh Barat Daya Aceh Besar Aceh Jaya Aceh Selatan Aceh Singkil Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Tenggara Aceh Timur Aceh Utara Agama Banda Aceh Bener Meriah Bireuen Bisnis Budaya Editorial Ekonomi Gayo Lues Hiburan Hukum Internasional ISIS Kesehatan KNPI Kudeta Langsa Lhokseumawe Liga Champions Liga Inggris Liga Italia Liga Spanyol Medan MotoGP Muallaf Nagan Raya Nasional Olahraga Opini Pendidikan Peristiwa Pidie Pidie Jaya Politik Ramadhan Sabang Sejarah Sepak Bola Simeulue Sosial Subussalam Teknologi Unik
false
ltr
item
NADPOST: Perbedaan atau Perpecahan, KPA - PA
Perbedaan atau Perpecahan, KPA - PA
Kita seperti melihat kisah nelayan menarik kawanan ikan dengan lampu besar. Ikan yang tadinya berkumpul di tuasan atau karang ditarik ke laut bebas. Dan kemudian dipukat dan ditarik ke atas perahu. Begitu juga kisah KPA PA. Mereka tertarik oleh gemerlapnya lampu kekuasaan. Lampu materialisme. Tanpa sadar mereka kemudian akan dimusnahkan.
https://4.bp.blogspot.com/-7vy0mRcV3I4/V7e5PyDm2ZI/AAAAAAAAAGg/RGIX3etnp4oP7qpk5qhkcc8mYaM18slcQCLcB/s640/partai-aceh.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-7vy0mRcV3I4/V7e5PyDm2ZI/AAAAAAAAAGg/RGIX3etnp4oP7qpk5qhkcc8mYaM18slcQCLcB/s72-c/partai-aceh.jpg
NADPOST
http://www.nadpost.com/2016/08/perbedaan-atau-perpecahan-kpa-pa.html
http://www.nadpost.com/
http://www.nadpost.com/
http://www.nadpost.com/2016/08/perbedaan-atau-perpecahan-kpa-pa.html
true
60666952074365016
UTF-8
Posting tidak ditemukan LIHAT SEMUA Baca Selanjutnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Tulisan Lihat Semua Berita Lainnya Kategori Arsip Cari Semua Tulisan Tidak ditemukan posting apapun sesuai dengan permintaan Anda Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis jum'at Sabtu Mig Sen Sel Rab Kam Fri Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Augustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Sekarang 1 menit yang lalu $$1$$ menit yang lalu 1 jam yang lalu $$1$$ jam yang lalu Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu lalu Lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN PREMIUM Bagikan Untuk Membuka Copy semua kode Pilih semua kode Semua kode disalin ke clipboard Tidak dapat menyalin kode / teks, silahkan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin