Auto Height Logo

Sejak Masa MoU Helsinky, Aceh Sangat Krisis Pemimpin

Secara teori tidak mungkin seorang Panglima Besar dengan mudah bisa tembus pengawalannya, biasanya seorang Panglima memiliki pengawal yang berlapis, tetapi tidak dengan Panglima sepanjang masa ini. Kenapa begitu rapuh pertahanan dan pengawalannya.

www.nadpost.com

ACEH - Pemimpin yang selalu didambakan dan dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat merupakan barang langka saat ini. Pemimpin yang selalu memikirkan tentang kemaslahatan orang banyak serta mengedepankan keadilan dan kejujuran menjadi barang antik nan sulit ditemukan.

Ditambah lagi pada era Globalisasi pertarungan individualistik semakin kental dan kepentingan kolektif sudah mulai ditinggalkan, tak terkecuali juga melekat pada karakter kepemimpinan seseorang.

Sosok pemimpin dambaan rakyat sebenarnya dimiliki oleh sang Pemimpin sepanjang masa Alm. Tgk Abdullah Syafi’i yang kerap disapa dengan Tgk Lah. Karakter itu dimiliki oleh seorang penjuang sejati yang syahid didalam perjuangan membebaskan Aceh dari ketertindasan kala itu.

Tanpa mengenal lelah terus bergerilya memimpin pasukan untuk melawan musuhnya, hingga berahir di ujung bedil peluru tajam pasukan TNI menembus kepalanya dan juga dikujur tubuhnya.

Dialah seorang pemimpin yang menjadi panutan semua orang, sifatnya yang sederhana, murah hati dan baik tutur katanya membuat semua masyarakat menaruh hati untuk mengenang seorang pemimpin yang mempunyai karakter mengayomi, melindungi dan mendidik.

Sangat sulit menemukan sosok pemimpin yang demikian, siap dikritik dan tak pernah marah bila ada yang memberikan masukan. Sangat kontras dengan gaya kepemimpinan masa kini yang terkesan enggan menerima kritikan dan penuh hegemonistik.

Padahal, Tgk Lah merupakan seorang Panglima Besar yang disegani baik lawan maupun kawan. Tetapi kepribadian murah hatinya tetap terpancarkan diwajah keriputnya yang dimakan usia.

Dimata masyarakat ia adalah sosok pemimpin sepanjang masa, belum ada yang bisa menggantikan sosok kepribadiannya. Kalimat inilah yang selalu terdengar ditengah- tengah masyarakat, banyak yang merindukan sosok demikian muncul kembali untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada pemimpin yang saat ini terkesan apatis dan sudah mulai memudar kepercayaannya.

Panglima sekaligus menjadi “ayah” bagi pasukan yang dipimpinnya selalu menyirami dengan siraman rohaninya setiap ada kesempatan. Nasehat – nasehat spiritual selalu diberikan disela – sela istirahat. Disaat ada waktu senggang, ia selalu memberi bekal ilmu akhirat maupun ilmu pengetahuan lainnya kepada pasukannya. Hal inilah yang selalu dikenang oleh pasukannya maupun seluruh lapisan masyarakat Aceh.

Jadi, tidak heran saat kepergiannya dari muka bumi ini pada tanggal 22 Januari 2002 meninggalkan banyak kesan. Seluruh lapisan masyarakat merasa kehilangan seorang tokoh yang dikaguminya. Kesannya terlalu cepat Tuhan mengambil nyawanya dari rakyat. Justru kehilangannya membangkitkan semangat juang baru dari masyarakat untuk menuntut hak – haknya dan menyambung estapet perjuangan.

Tgk Lah tidak pernah mengecapkan pendidikan militer di luar Negeri layaknya Muzakir Manaf yang pernah latihan Militer di Libya. Bahkan ia tidak pernah lari keluar Aceh saat masih dalam masa konflik. Tgk Lah yang dikenal sangat gesit menghindar dari kejaran TNI kala itu membuat dia terus bisa bertahan di hutan belantara. Keluar masuk hutan sudah terbiasa baginya, hari – harinya lebih banyak dihabiskan keberadaan didalam hutan untuk menghindari dari kejaran pasukan TNI.

Berkat pengalamannya pada panggung sandiwara saat mudanya yang melakoni peran wanita, membuat ia begitu mudah menyamar menjadi orang lain dan bisa selamat dari kejaran TNI-POLRI saat aceh masih didera konflik. Walaupun nyawa beliau berakhir diujung senjata TNI pada awal tahun 2002. Ia tewas bersama istri tercintanya di sebuah gunung Jimjim kabupaten Pidie Jaya.

Tewasnya Tgk Lah muncul berbagai macam spekulasi berbagai kalangan. Ada yang menganggap tidak masuk akal seorang Panglima bisa tewas dengan mudah diujung senjata TNI. Kemana seluruh pengawalnya, apakah semua melarikan diri saat terjadi pertempuran atas arahan Tgk Lah, atau memang ada terjadi pembiaran. Entahlah, sampai sekarang misteri itu belum terjawab dan belum terbongkar faktanya.

Secara teori tidak mungkin seorang Panglima Besar dengan mudah bisa tembus pengawalannya, biasanya seorang Panglima memiliki pengawal yang berlapis, tetapi tidak dengan Panglima sepanjang masa ini. Kenapa begitu rapuh pertahanan dan pengawalannya.

Baiklah, tidak perlu berspekulasi menyangkut tragedy tersebut, itu sudah berlalu dan beliau sendiri juga pernah mengatakan “bila Aceh sudah “merdeka”, sudah aman, beliau tidak mau menikmatinya, alangkah lebih baik dirinya syahid dimedan pertempuran”.

Ada banyak penuturan yang dikisahkan oleh orang – orang dekat dengannya dimasa masih hidup. Kisah – kisah tersebut semua menceritakan bagaimana seorang Panglima yang rendah hati bisa mengayomi seluruh pasukannya dan juga selalu menghindari jatuhnya korban dari pihak masyarakat. Ia juga seorang Panglima yang ikut terjun langsung bertempur melawan pasukan keamanan Negara Indonesia kala itu.


Tgk Lah selalu berpesan kepada pasukan yang dipimpinnya, agar selalu ramah dengan masyarakat, karena merekalah yang menjadi tameng pasukan GAM. Namun paska MoU Helsinky banyak anggota GAM yang sudah sombong terhadap masyarakat yang telah membantunya.***hk

COMMENTS

BLOGGER
Nama

#BenderaAceh #Mou Helsinki #Pilkada 2017 Aceh Aceh Barat Aceh Barat Daya Aceh Besar Aceh Jaya Aceh Selatan Aceh Singkil Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Tenggara Aceh Timur Aceh Utara Agama Banda Aceh Bener Meriah Bireuen Bisnis Budaya Editorial Ekonomi Gayo Lues Hiburan Hukum Internasional ISIS Kesehatan KNPI Kudeta Langsa Lhokseumawe Liga Champions Liga Inggris Liga Italia Liga Spanyol Medan MotoGP Muallaf Nagan Raya Nasional Olahraga Opini Pendidikan Peristiwa Pidie Pidie Jaya Politik Ramadhan Sabang Sejarah Sepak Bola Simeulue Sosial Subussalam Teknologi Unik
false
ltr
item
NADPOST: Sejak Masa MoU Helsinky, Aceh Sangat Krisis Pemimpin
Sejak Masa MoU Helsinky, Aceh Sangat Krisis Pemimpin
Secara teori tidak mungkin seorang Panglima Besar dengan mudah bisa tembus pengawalannya, biasanya seorang Panglima memiliki pengawal yang berlapis, tetapi tidak dengan Panglima sepanjang masa ini. Kenapa begitu rapuh pertahanan dan pengawalannya.
https://4.bp.blogspot.com/-FbTLsy121lk/V8gSVVgoLCI/AAAAAAAAAQU/JS0dgWndE48d4-oYBMoXg8G3OFHHaFTWgCLcB/s640/abdullah.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-FbTLsy121lk/V8gSVVgoLCI/AAAAAAAAAQU/JS0dgWndE48d4-oYBMoXg8G3OFHHaFTWgCLcB/s72-c/abdullah.jpg
NADPOST
http://www.nadpost.com/2016/09/sejak-masa-mou-helsinky-aceh-sangat.html
http://www.nadpost.com/
http://www.nadpost.com/
http://www.nadpost.com/2016/09/sejak-masa-mou-helsinky-aceh-sangat.html
true
60666952074365016
UTF-8
Posting tidak ditemukan LIHAT SEMUA Baca Selanjutnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Tulisan Lihat Semua Berita Lainnya Kategori Arsip Cari Semua Tulisan Tidak ditemukan posting apapun sesuai dengan permintaan Anda Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis jum'at Sabtu Mig Sen Sel Rab Kam Fri Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Augustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Sekarang 1 menit yang lalu $$1$$ menit yang lalu 1 jam yang lalu $$1$$ jam yang lalu Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu lalu Lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN PREMIUM Bagikan Untuk Membuka Copy semua kode Pilih semua kode Semua kode disalin ke clipboard Tidak dapat menyalin kode / teks, silahkan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin