Auto Height Logo

Fasilitas Tempat Belajar Bagi Anak Merdeka Tak Mencukupi

Acara itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pra Pertemuan Nasional Jaringan Pendidikan Alternatif dan Konggres Anak Merdeka yang akan berlangsung 21-23 Oktober 2016, di Nitiprayan, Yogyakarta.

Pendidikan yang Memerdekakan untuk Zaman yang Berubah


NADPOST.COM, JAKARTA - Di tengah perubahan peradaban yang cepat akibat perkembangan teknologi, dunia pendidikan mengalami  tantangan mendasar. Ilmu pengetahuan terus berubah sehingga hal-hal yang dipelajari di sekolah atau kampus seolah telah using saat seorang pelajar tamat. Kaum pendidik dan kalangan industry mesti terus memperbaharui diri agar dapat selalu menyelenggarakan pendidikan yang memenuhi prinsip dasar agar anak bisa merasakan kemerdekaan dalam mengembangkan potensi dirinya.

Pokok pikiran itu muncul dalam acara bertajuk "Bincang Santai Pendidikan yang Memerdekakan untuk Zaman yang Berubah" Minggu siang, (16/10/2016), Kinosaurus, Jalan Kemang Raya 8B, Jakarta Selatan. Acara itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pra Pertemuan Nasional Jaringan Pendidikan Alternatif dan Konggres Anak Merdeka yang akan berlangsung 21-23 Oktober 2016, di Nitiprayan, Yogyakarta.

“Membaca itu bukan hanya pada aksara atau abjad, tetapi membaca kehidupan. Anak merdeka adalah anak yang bukan hanya membaca buku, tetapi anak yang mampu memaknai kehidupannya dan menginspirasi banyak orang. Dan itu diperkaya dari pengalaman hidupnya, sehingga mampu menjadi drinya sendiri di zaman yang berubah ini,” ujar  Susilo Adinegoro, wakil Jaringan Pendidikan Alternatif dalam sambutannya.

Menjadi diri sendiri tentu bukan menjadi seperti apa yang diinginkan orangtua atau lingkungan pergaulannya. Meskipun tidak bisa dibantah bahwa selaku manusia muda, seorang anak amat dipengaruhi lingkungan yang ada di luar dirinya.

Monika Irayati, inisiator dari Eurodio School of ART (ESoa), sebelumnya mengingatkan bahwa kebutuhan anak sangat banyak dan beragam. “Sayang  tempat belajar yang ada tidak cukup memfasilitasi kebutuhan anak,” tutur dia.

Oleh karenanya, untuk memfasilitasi hal itu,  lanjut Ira, berkembanglah tempat-tempat  belajar yang sengaja dirancang untuk menfasilitasi kebutuhan tersebut. Tempat-tempat pendidikan itu hadir dengan tujuan untuk memerdekakan anak.

“Namun kemudian di mana tempat anak-anak merdeka itu dalam perubahan zaman?” katanya mempertanyakan.[next]

Perusahaan Tertantang

Atas pertanyaan itu, Susi Boediman, Direktur Sumberdaya Manusia, Samsung Electronics Indonesia, menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan modern dalam mengembangkan inovasi mengandalkan kreativitas SDM-nya.  Dalam hal ini, bila perusahaan tersebut berskala global struktur organisasinya niscaya berubah mengikuti perkembangan zaman sehingga  ada kebutuhan mencari generasi muda kreatif.

Pendidikan yang Memerdekakan untuk Zaman yang Berubah

“Saya kira disinilah tempatnya anak merdeka tersebut,” tegas dia.

Dari sisi yang berbeda,  Arleene Yuliana, Vice President bidang Corporate Finance Kartuku, sebuah perusahaan  Fin-Tech, menegaskan kebutuhan inovasi  kalangan perusahaan terdorong oleh perubahan cepat yang dimaksud  di atas.

“Kalau kita tidak bergerak dengan cepat mengikuti perubahan ini, kita akan tertinggal jauh. Ada kondisi dimana kita harus terus membangun sesuatu yang baru yang berorientasi pada teknologi dan SDM-nya,” tegas dia.

Namun, untuk memenuhi kebutuhan ini, sumber daya manusianya sangat terbatas. Di negeri maju, SDM punya kreativitas dan inovatif. Sementara di Indonesia, ada gap yang besar saat perusahaan butuh  SDM yang tepat dan  kreatif. Dalam ini, Arlene mengaku perusahaannya dalam  dua tahun terakhir  telah melakukan proses ini, mencari dan mengajak talenta-talenta merdeka.

Hal yang mirip juga diakui  Imron Zuhri, Chief Technical Officer dari Dattabot. Dia menegaskan bahwa  perusahaannya butuh orang-orang yang bisa bermain. Talenta-talenta merdeka itulah yang mengisi  kekosongan sumber daya manusia.

“Data itu diam dan perlu orang yang bisa berinteraksi langsung dengan data. Namun, sebagian besar orang, bermain itu menakutkan. Mereka hanya ingin diberi tugas kerja yang jelas, sementara di perusahaan saya tugas kerjanya tidak jelas,” ujar dia.

Dalam mengatasi hal itu,  akhirnya, perusahaan yang dia pimpin  mampu merekrut  sekitar 200 orang anak muda yang sanggup  bermain dengan data. Ijasah mereka ketika sekolah menjadi tidak dipakai lagi, karena mereka menemukan tempat dimana mereka bisa menjadi dirinya sendiri dengan segala kreativitas yang dimilikinya.

Senada dengan pengakuan itu, pencarian talenta merdeka itu, bagi Arleene Yuliana, adalah sebuah tantangan tersendiri.  Diingatkannya bahwa banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan.

“Kurikulum yang mereka dapatkan di bangku sekolah tidak cukup memfasilitasi talenta-talenta merdeka ini. Di Indonesia, kita hanya melihat kemajuan teknologi hanya dari produknya. Tetapi, kita jarang melihat proses kemajuan teknologi muncul dan berkembang di Indonesia,” tambah dia.

Orang Indonesia  hanya terbiasa melihat hasil akhirnya, tidak mementingkan inovasi apa yang dihasilkan dari satu produk, meskipun dihasilkan dari perusahaan yang berbeda. Sesungguhnya, kita   hanya perlu melihat kebutuhan nmasyarakat itu apa, dan tidak perlu berpendidikan tinggi untuk punya sensitivitas dalam melihat kebutuhan itu”. [next]

Kontribusi Anak Merdeka

Tentang kontribusi anak-anak merdeka itu diakui Imron Zuhri. Dia menyaksikan hal itu benar-benar terjadi. “Di perusahaan saya, anak-anak ini menciptakan hal-hal yang luar biasa tanpa perlu diperintah. Dan talenta-talenta ini tidak mungkin didapat dalam sistem sekolah umum. Anak sekarang sudah agak malas kerja di perusahaan mapan, maunya perusahaan yang keren. Terbayang talenta yang dibutuhkan seperti apa. Untuk itu, kami mencari talenta-talenta merdeka ini dengan cara memfasilitasi anak-anak ini  bekerja  dengan menjadi dirinya sendiri. Disitulah makna memerdekakan, menempatkan orang sesuai habitatnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Resita Kuntjoro, seorang pengajar Design Grafis di Universitas Binus, menggambarkan peran orang tua dalam membimbing anak merdeka berdasar pengalaman hidupnya. membagikan pengalamannya sebagai anak yang dimerdekakan oleh orang tuanya.

“Dulu saya kerjanya hanya coret-coret dinding dan orangtua saya tidak masalah,” ujar dia.  Melihat gejala itu, kedua orangtuanya  memfasilitasi dia agar bisa terus menggambar. Dia pun dapat kesempatan menyalurkan talenta sehingga akhirnya di umur 12 tahun banyak mengikuti lomba gambar hingga tingkat internasional.

Di situlah dia  menemukan sendiri apa yang diinginkan, maka jadilah  dia  seorang desainer grafis. Sekarang, pola  pendidikan yang memerdekakan itu pun dia terapkan kepada mahasiswanya. Bahkan dia juga memilih memasukkan anak kandungnya di sekolah alternatif agar dapat berkembang berkembang menjadi dirinya sendiri, yang mana itu tidak akan didapatkan di sekolah umum. (bc)

COMMENTS

BLOGGER
Nama

#BenderaAceh #Mou Helsinki #Pilkada 2017 Aceh Aceh Barat Aceh Barat Daya Aceh Besar Aceh Jaya Aceh Selatan Aceh Singkil Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Tenggara Aceh Timur Aceh Utara Agama Banda Aceh Bener Meriah Bireuen Bisnis Budaya Editorial Ekonomi Gayo Lues Hiburan Hukum Internasional ISIS Kesehatan KNPI Kudeta Langsa Lhokseumawe Liga Champions Liga Inggris Liga Italia Liga Spanyol Medan MotoGP Muallaf Nagan Raya Nasional Olahraga Opini Pendidikan Peristiwa Pidie Pidie Jaya Politik Ramadhan Sabang Sejarah Sepak Bola Simeulue Sosial Subussalam Teknologi Unik
false
ltr
item
NADPOST: Fasilitas Tempat Belajar Bagi Anak Merdeka Tak Mencukupi
Fasilitas Tempat Belajar Bagi Anak Merdeka Tak Mencukupi
Acara itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pra Pertemuan Nasional Jaringan Pendidikan Alternatif dan Konggres Anak Merdeka yang akan berlangsung 21-23 Oktober 2016, di Nitiprayan, Yogyakarta.
https://1.bp.blogspot.com/-fF9Co1LfSso/WAPBpzDcv5I/AAAAAAAAA4g/uLlbixEz6V0U_xfDuedU5I4SN5ae6SXeQCLcB/s640/IMG-20161016-WA0104.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-fF9Co1LfSso/WAPBpzDcv5I/AAAAAAAAA4g/uLlbixEz6V0U_xfDuedU5I4SN5ae6SXeQCLcB/s72-c/IMG-20161016-WA0104.jpg
NADPOST
http://www.nadpost.com/2016/10/fasilitas-tempat-belajar-bagi-anak.html
http://www.nadpost.com/
http://www.nadpost.com/
http://www.nadpost.com/2016/10/fasilitas-tempat-belajar-bagi-anak.html
true
60666952074365016
UTF-8
Posting tidak ditemukan LIHAT SEMUA Baca Selanjutnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Tulisan Lihat Semua Berita Lainnya Kategori Arsip Cari Semua Tulisan Tidak ditemukan posting apapun sesuai dengan permintaan Anda Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis jum'at Sabtu Mig Sen Sel Rab Kam Fri Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Augustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Sekarang 1 menit yang lalu $$1$$ menit yang lalu 1 jam yang lalu $$1$$ jam yang lalu Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu lalu Lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN PREMIUM Bagikan Untuk Membuka Copy semua kode Pilih semua kode Semua kode disalin ke clipboard Tidak dapat menyalin kode / teks, silahkan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin