Auto Height Logo

Masyarakat Merdeka Dalam Memilih Model Pendidikan Yang Beragam, Bukan Seragam

Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif diselenggarakan pada tanggal 21-23 Oktober 2016. Dalam kegiatan tersebut, diselenggarakan acara Seminar Nasional Pendidikan Kritis, Pertemuan Nasional Penyelenggara Pendidikan Alternatif, dan Kongres Anak Merdeka.

Pendidikan Alternatif : Model Pendidikan Yang Beragam, Bukan Seragam

Pendidikan alternatif merupakan salah satu pilihan pendidikan dengan model yang beragam berdasarkan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, dilandasi oleh kemerdekaan anak untuk memperoleh pendidikan sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak.  

Pendidikan alternatif selama ini banyak dikembangkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya, yang tak bisa dipenuhi melalui model persekolahan yang konvensional.

Pemerintah pun saat ini mulai melirik dan mendukung pengembangan model pendidikan yang beragam, sesuai dengan konteks lokal daerah dan keluarga serta didasarkan pada kebutuhan anak.

"Keragaman model pendidikan, baik melalui jalur pendidikan formal maupun pendidikan masyarakat, pada dasarnya penting untuk saling dikembangkan dan saling melengkapi. Karena itu, penting bagi setiap model pendidikan untuk saling memahami dan menyesuaikan perbedaan berdasarkan konteks lokal kondisi tiap daerah yang menjadi tempat tumbuh kembang masyarakatnya," ujar Ir. Harris Iskandar Ph.D, Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemdikbud RI dalam sambutannya di acara penutupan Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif di Sanggar Anak Alam (SALAM), Yogyakarta.

Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif diselenggarakan pada tanggal 21-23 Oktober 2016. Dalam kegiatan tersebut, diselenggarakan acara Seminar Nasional Pendidikan Kritis, Pertemuan Nasional Penyelenggara Pendidikan Alternatif, dan Kongres Anak Merdeka.

Dalam sambutan penutupan, beliau mengapresiasi inisiatif masyarakat dalam mengembangkan beragam model pendidikan, sekaligus mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif ini.
   
"Saya selaku Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat sangat mengapresiasi berbagai inisiatif masyarakat yang telah bekerja keras mengembangkan beragam model pendidikan. Kerja keras tersebut telah menciptakan alternatif-alternatif model pendidikan. Orangtua dan anak mempunyai banyak pilihan yang dapat dipilih sesuai dengan konteks lokal daerah dan keluarga serta kebutuhan anak. Pertemuan Nasional  ini merupakan sebuah jalan untuk memajukan pendidikan di Indonesia". [next]

Peran Pendidikan Alternatif dan Penguatan Jaringan

Susilo Adinegoro, Ketua Panitia Jaringan Pendidikan Alternatif menyampaikan laporan pertenggungjawaban umum Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif.
Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif yang diselenggarakan oleh Jaringan Pendidikan Alternatif merupakan langkah awal membangun jejaring penyelenggara pendidikan alternatif yang tersebar di berbagai daerah. Selama tiga hari, peserta dewasa maupun anak yang terdiri dari lembaga, komunitas dan peserta mandiri mengikuti pertemuan ini.

Rangkaian Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif ini dimulai dari Seminar Pendidikan Alternatif di hari pertama, Pertemuan Nasional Penyelenggara Pendidikan Alternatif dan Kongres Anak Merdeka di hari kedua dan Penyerahan rekomendasi kepada pemerintah sekaligus penutupan di hari ini.

"Acara ini dihadiri 191 peserta dari 88 lembaga dan komunitas dari 31 daerah di Indonesia, diantaranya Pusaka Indonesia dari Medan, Sanggar Desa Lare Mentes dari Klaten, Japka dari Palu, Sanasini dari Bali, Komunitas Literasi Jalanan dari Ternate, Gerakan Papua Mengajar dari Papua," ungkap Susilo Adinegoro dari Jaringan Pendidikan Alternatif sekaligus ketua panitia pelaksana Pertemuan Nasional Pendidikan alternatif saat menyampaikan laporan pertanggungjawabannya.

"Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif ini tidak hanya menjadi kesempatan tatap muka atau sekadar berbagi, tetapi utamanya untuk menguatkan jaringan dan memperbesar peran pendidikan alternatif dengan beragam model pendidikannya, yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia," Lanjutnya. [next]

Keterlibatan Anak

Ifa H Misbach, perwakilan dari pengamat memaparkan rekomendasi Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif.
Sebanyak 51 anak yang mewakili lembaga penyelenggara pendidikan alternatif dari berbagai daerah, menggelar Kongres Anak Merdeka 22 Oktober kemarin. Kongres Anak Merdeka ini merupakan rangkaian Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif.

"Kami ingin agar sekolah atau pemerintah lebih mengutamakan proses, bukan semata-mata nilai. Merdeka bagi kami adalah kebebasan untuk belajar dan bermain, akan tetapi masih banyak anak yang diperkerjakan. Untuk itu kami merekomendasikan agar pemerintah lebih memperhatikan hak-hak hak kami sebagai anak terutama hak untuk memperoleh pendidikan," tutur Purnomo yang didampingi dua peserta anak lainnya membacakan rekomendasi hasil Kongres Anak Merdeka.

Senada dengan hal ini, hasil rekomendasi Pertemuan Nasional Penyelenggara Pendidikan Alternatif juga menekankan betapa pentingnya pendidikan memperhatikan kemerdekaan anak dalam menyajikan beragam model pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.

"Yang terpenting esensi dalam memahami pendidikan alternatif adalah paradigma dan praktik untuk memerdekakan anak, tidak hanya sekedar berbeda bentuk dengan pendidikan formal. Dengan berpikir setara, orang dewasa perlu melatih diri agar bisa adil sejak dalam pikiran dalam memperlakukan anak." papar Ifa H. Misbach mewakili pengamat yang didaulat mengikuti proses Pertemuan Nasional ini.

Lukman Hakim, peserta dari salah satu penyelenggara pendidikan alternatif yang ikut dalam Pertemuan Nasional Penyelenggara Pendidikan Alternatif membacakan hasil rekomendasi yang telah dirumuskan di Komisinya. [next]

"Rekomendasi kami kepada pemerintah agar pemerintah menghargai dan melindungi inistatif pendidikan alternatif yang lahir dari masyarakat dengan memberikan seluas-luasnya penyelenggara pendidikan alternatif untuk merumuskan tujuan, metode pendidikan, mengevaluasi pendidikan yang memerdekakan anak sejauh tidak bertentangan dengan UUD 1945", tuturnya.

Pertemuan ini telah menghasilkan rekomendasi dan rencana aksi tindak lanjut yang sinergis dengan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan yang memerdekakan anak sesuai konteks keragaman budaya yang tersebar di Indonesia.

Jaringan Pendidikan Alternatif yang diwakili oleh salah satu peserta anak menyerahkan hasil rekomendasi kepada Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Ir. Harris Iskandar PhD, sekaligus menutup Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif.

COMMENTS

BLOGGER
Nama

#BenderaAceh #Mou Helsinki #Pilkada 2017 Aceh Aceh Barat Aceh Barat Daya Aceh Besar Aceh Jaya Aceh Selatan Aceh Singkil Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Tenggara Aceh Timur Aceh Utara Agama Banda Aceh Bener Meriah Bireuen Bisnis Budaya Editorial Ekonomi Gayo Lues Hiburan Hukum Internasional ISIS Kesehatan KNPI Kudeta Langsa Lhokseumawe Liga Champions Liga Inggris Liga Italia Liga Spanyol Medan MotoGP Muallaf Nagan Raya Nasional Olahraga Opini Pendidikan Peristiwa Pidie Pidie Jaya Politik Ramadhan Sabang Sejarah Sepak Bola Simeulue Sosial Subussalam Teknologi Unik
false
ltr
item
NADPOST: Masyarakat Merdeka Dalam Memilih Model Pendidikan Yang Beragam, Bukan Seragam
Masyarakat Merdeka Dalam Memilih Model Pendidikan Yang Beragam, Bukan Seragam
Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif diselenggarakan pada tanggal 21-23 Oktober 2016. Dalam kegiatan tersebut, diselenggarakan acara Seminar Nasional Pendidikan Kritis, Pertemuan Nasional Penyelenggara Pendidikan Alternatif, dan Kongres Anak Merdeka.
https://4.bp.blogspot.com/-1PhVRnJrnNY/WA0cFOJ3YBI/AAAAAAAAAZI/LmfyI1Tu244jzg4icaARovQj0k1y7g_pQCLcB/s640/Dirjen%2BPAUD%2Bdan%2BDikmas%2Bsesaat%2Bsebelum%2Bmenyampaikan%2Bsambutan.JPG
https://4.bp.blogspot.com/-1PhVRnJrnNY/WA0cFOJ3YBI/AAAAAAAAAZI/LmfyI1Tu244jzg4icaARovQj0k1y7g_pQCLcB/s72-c/Dirjen%2BPAUD%2Bdan%2BDikmas%2Bsesaat%2Bsebelum%2Bmenyampaikan%2Bsambutan.JPG
NADPOST
http://www.nadpost.com/2016/10/masyarakat-merdeka-dalam-memilih-model.html
http://www.nadpost.com/
http://www.nadpost.com/
http://www.nadpost.com/2016/10/masyarakat-merdeka-dalam-memilih-model.html
true
60666952074365016
UTF-8
Posting tidak ditemukan LIHAT SEMUA Baca Selanjutnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Tulisan Lihat Semua Berita Lainnya Kategori Arsip Cari Semua Tulisan Tidak ditemukan posting apapun sesuai dengan permintaan Anda Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis jum'at Sabtu Mig Sen Sel Rab Kam Fri Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Augustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Sekarang 1 menit yang lalu $$1$$ menit yang lalu 1 jam yang lalu $$1$$ jam yang lalu Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu lalu Lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN PREMIUM Bagikan Untuk Membuka Copy semua kode Pilih semua kode Semua kode disalin ke clipboard Tidak dapat menyalin kode / teks, silahkan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin