Auto Height Logo

Seminar Pendidikan Alternatif: Kemerdekaan dalam Pendidikan bukan Sekedar Konsep

Seminar Pendidikan Alternatif ini merupakan rangkaian Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif yang diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut.

Suasana Seminar Pendidikan Alternatif
Suasana Seminar Pendidikan Alternatif
NADPOST.COM, YOGYAKARTA - Pendidikan alternatif bukanlah hal yang baru di Indonesia. Saat ini, sudah banyak masyarakat kita melirik beragam model pendidikan alternatif yang semakin tumbuh berkembang. Beragam model pendidikan alternatif ini mengusung ciri pendidikan yang memerdekakan, yang pada prinsipnya juga telah diperkenalkan oleh tokoh pendidikan di Indonesia seperti Ki Hajar Dewantoro, Henry Alexis Rudolf Tilaar dan Winarno Surakhmad.

Pendidikan alternatif sebagai teori dan praktik pendidikan yang memerdekakan muncul sebagai topik perbincangan hangat dan seru dalam Seminar Pendidikan Alternatif yang diselenggarakan di hari pertama Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif, Yogyakarta. Bertempat di Sanggar Anak Alam, Nitiprayan, Yogyakarta, sebanyak 53 lembaga yang berasal dari 31 kota diantaranya Langkat, Lampung, Medan, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Ternate dan Papua, turut hadir dalam Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif yang berlangsung hingga 23 Oktober nanti.

Susilo Adinegoro mewakili Jaringan Pendidikan Alternatif dalam sambutannya, menyampaikan dasar dan tujuan diselenggarakannya Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif ini.

"Pertemuan ini, digagas atas kebutuhan mengkonsolidasikan sekaligus memetakan penyelenggara pendidikan alternatif di berbagai daerah. Tujuannya untuk mencari solusi sekaligus sebagai ajang refleksi bagi seluruh penyelenggara pendidikan alternatif yang hadir disini, apakah kita sebagai pendidik telah merdeka? Apakah pendidikan kita sudah benar mendidik? Agar tidak menciptakan penjara baru bagi anak," tutur Susilo Adinegoro. [next]

Konsep Pendidikan Yang memerdekakan

Seminar Pendidikan Alternatif
Romo Setyo Wibowo (Pengajar di STF Driyarkara), Edi Subhan (Dosen Universitas Negeri Semarang), A Siswanto (Dosen Taman Siswa) dan Jimmy Paat (Pemandu diskusi) pada acara Seminar Pendidikan Alternatif.

Seminar Pendidikan Alternatif ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi I membahas tentang Konsep pendidikan yang memerdekakan dipandu oleh Jimmy Paat dari Sekolah Tanpa Batas.

Dosen Taman Siswa Dr. drs. A Siswanto MS EM yang ikut hadir dalam Seminar Nasional Pendidikan Alternatif, memaparkan pandangannya mengenai konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara.

"Pendidikan tidak boleh menjauhkan anak dari alamnya dan keluarganya. Pendidikan adalah proses, maka agar tujuan Pendidikan seperti yang dimaksud oleh Ki Hadjar terwujud, maka menempatkan siswa sebagai subyek pembelajaran, menerapkan sistem pamong dan menempatkan pendidikan yang melahirkan sifat tertib serta hidupnya laku yang indah sehingga dapat memberi rasa senang dan bahagia," kata A Siswanto.

Dalam sesi ini, turut pula hadir Romo Setyo Wibowo, pengajar di STF Driyarkara yang mengupas penelitian Jacques Ranciere tentang kesetaraan intelegensi yang dimiliki setiap orang.

"Guru yang sadar akan pentingnya pedagogi bagi anak didik, pasti menyadari bahwa tugas pendidik adalah menanamkan semangat belajar yang metodis dan sistematis kepada anak. Maklum, namanya juga anak-anak, cara belajar mereka masih ngawur dan serabutan, belum mampu membedakan mana yang pokok dan sampingan, mana yang sebab dan mana yang akibat. Guru tidak boleh menjejali anak-anak dengan pengetahuan yang belum waktunya diterima. Mengajar tujuannya menciptakan generasi kreatif dan bebas, bukan anak-anak yang pintar membeo dan mengulang-ulangi perkataan gurunya. Anak-anak harus mendapat kesempatan untuk mengaktualisasikan kemerdekaan belajarnya,”kata Romo Setyo Wibowo.

Sementara itu, Edi Subhan, dosen Universitas Negeri Semarang dalam kacamata Henry Giroux, mengeksplorasi sebuah pertanyaan.

Bagaimana dengan sekolah yang ada sekarang? Apakah telah memerdekakan anak dalam proses belajarnya?

"Sekolah selalu menjadi sasaran utama karena bentuknya yang formal dan oleh karenanya relatif mudah untuk dikontrol. Ini dikarenakan karena jenis pendidikan persekolahan sifatnya memang formal hingga memiliki standar-standar baku yang mudah diidentifikasi dan dilihat. Contohnya kurikulum yang diterapkan di sekolah. Sistem dan kebijakan pendidikan formal menjadi sebab ketiadaan kemerdekaan untuk mengembangkan praksis pembelajaran yang lebih humanis dan mengakomodasi kebutuhan siswa serta lingkungan sekitar. Seharusnya kurikulum itu adalah semua hal yang dipelajari anak, tidak hanya berasal dari pemerintah," jelas Edi Subhan. [next]

Praktik Pendidikan yang memerdekakan

Seminar Pendidikan Alternatif
Bukik Setiawan (moderator), Wahyaningsih (Sanggar Anak Alam), Gus Irwan (Pondok Pesantren as Salafiah Mlangi), dan Aripin Ali (Sekolah Hikmah Teladan) pada acara Seminar Pendidikan Alternatif.

Pada seminar Pendidikan Alternatif sesi II ini dipandu oleh Bukik Setiawan dari Suara Anak. Pada sesi ini menghadirkan tiga narasumber yang menerapkan konsep pendidikan yang memerdekakan di tempat mereka masing-masing.

"Di Hikmah Teladan, lebih berbasis pada lingkungan di mana anak-anak berada. Sekolah kami menerapkan nol peraturan, tidak ada peringkat dan tidak ada sanksi, wajib naik kelas. Kami meyakini kalau karakter anak itu sudah selesai di dalam keluarganya di rumah. Sekolah menjadi tempat yang paling nyaman untuk berekspresi. Sekolah tidak perlu lagi membentuk karakter anak. Guru tidak boleh menentukan pembentukan karakter murid. Sesama guru juga tidak boleh saling mengintervensi sistem yang berlaku secara otonom di kelas. Sekolah kami tidak memakai buku paket. Anak-anak dituntun agar berani menghadapi baik buruknya dunia. Kita ini sedang mengalami krisis keteladanan. Jika ingin jadi sekolah yang kuat, hilangkan doktrin," Aripin Ali dari Sekolah Hikmah Teladan menjelaskan tentang praktik pendidikan yang berlaku di Sekolah Hikmah Teladan

Sementara itu, Gus Irwan Masduqi dari Pondok Pesantren as-Salafiyah, Mlangi, mengemukakan model pendidikan yang berlaku di Pondok Pesantren as-Salafiyah, Mlangi.

"Pendidikan di tempat kami sifatnya panutan, guru beri panutan. Kami tidak gunakan sistem seleksi. Pesantren kami membebaskan siapapun untuk belajar disini. Kalau sekolah untuk membuat kita pintar, makanya cari yang tidak pintar, lalu disekolahkan. Di pesantren kami, cara mengatasi anak bermasalah ada dengan menyerahkan jenis sanksi ke anak. Intinya, Pendidikan bukan hanya untuk kepintaran intelektual, melainkan juga untuk kekayaan hati," jelas Gus Irwan Masduqi.

Sebagai sebuah sanggar yang menjadikan alam sebagai tempat belajar, Wahyaningsih dari Sanggar Anak Alam (SALAM) turut berbagi praktik yang diterapkan di SALAM.

Di SALAM, anak-anak diberi ruang yang merdeka untuk tumbuh kembangnya, untuk mengoptimalkan potensi dirinya. Untuk mengembangkan bakat-bakat atau karunia-karunia yang diberikan oleh Tuhan sejak kelahirannya. Semua anak itu unik, tak  ada yang sama, sekalipun pada anak yang kembar. Sidik jari kita pun tak sama satu sama lain, masing-masing adalah satu-satunya di dunia. SALAM sebagai komunitas yang bergerak dalam bidang pendidikan memberanikan diri untuk menempatkan anak sebagai maha guru bagi dirinya dan sumber belajar bagi teman-temannya.Anak betul-betul menjadi sentral dan pelaku aktif. Orang dewasa memberi kepercayaan dan memberi ruang yang merdeka, maka dalam proses belajar kami memilih metode riset. Anak-anak diberi kemerdekaan untuk melakukan riset sesuai dengan minat masing-masing. Orang tua dan fasilitator memberikan dampingan, bimbingan dan dukungan," jelas Wahyaningsih.

Seminar Pendidikan Alternatif ini merupakan rangkaian Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif yang diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut. Di hari kedua, ditempat yang sama akan dilaksanakan Kongres Anak Merdeka dan Konferensi Penyelenggara Pendidikan Alternatif dan di hari ketiga akan diselenggarakan pleno dan penutupan.(bc) []

COMMENTS

BLOGGER
Nama

#BenderaAceh #Mou Helsinki #Pilkada 2017 Aceh Aceh Barat Aceh Barat Daya Aceh Besar Aceh Jaya Aceh Selatan Aceh Singkil Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Tenggara Aceh Timur Aceh Utara Agama Banda Aceh Bener Meriah Bireuen Bisnis Budaya Editorial Ekonomi Gayo Lues Hiburan Hukum Internasional ISIS Kesehatan KNPI Kudeta Langsa Lhokseumawe Liga Champions Liga Inggris Liga Italia Liga Spanyol Medan MotoGP Muallaf Nagan Raya Nasional Olahraga Opini Pendidikan Peristiwa Pidie Pidie Jaya Politik Ramadhan Sabang Sejarah Sepak Bola Simeulue Sosial Subussalam Teknologi Unik
false
ltr
item
NADPOST: Seminar Pendidikan Alternatif: Kemerdekaan dalam Pendidikan bukan Sekedar Konsep
Seminar Pendidikan Alternatif: Kemerdekaan dalam Pendidikan bukan Sekedar Konsep
Seminar Pendidikan Alternatif ini merupakan rangkaian Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif yang diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut.
https://3.bp.blogspot.com/-4zpRJtnOJvE/WApy0WTDutI/AAAAAAAAAYk/sS2X-kxBmm0bKeQU7FzDQpin-3hXalZmACEw/s640/Suasana%2BSeminar%2BPendidikan%2BAlternatif.jpeg
https://3.bp.blogspot.com/-4zpRJtnOJvE/WApy0WTDutI/AAAAAAAAAYk/sS2X-kxBmm0bKeQU7FzDQpin-3hXalZmACEw/s72-c/Suasana%2BSeminar%2BPendidikan%2BAlternatif.jpeg
NADPOST
http://www.nadpost.com/2016/10/seminar-pendidikan-alternatif.html
http://www.nadpost.com/
http://www.nadpost.com/
http://www.nadpost.com/2016/10/seminar-pendidikan-alternatif.html
true
60666952074365016
UTF-8
Posting tidak ditemukan LIHAT SEMUA Baca Selanjutnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Tulisan Lihat Semua Berita Lainnya Kategori Arsip Cari Semua Tulisan Tidak ditemukan posting apapun sesuai dengan permintaan Anda Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis jum'at Sabtu Mig Sen Sel Rab Kam Fri Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Augustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Sekarang 1 menit yang lalu $$1$$ menit yang lalu 1 jam yang lalu $$1$$ jam yang lalu Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu lalu Lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN PREMIUM Bagikan Untuk Membuka Copy semua kode Pilih semua kode Semua kode disalin ke clipboard Tidak dapat menyalin kode / teks, silahkan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin