Auto Height Logo

Lembaga Peduli Bangsa Gelar Diskusi Publik

“Dua kelompok itu, punya pandangan ekstrimis. Ketika pandangan ekstremis itu direpertasikan sebagai kelompok tertindas dan mayoritas. Maka isu SARA mudah saja dimainkan,” ujar Jufrizal

Lembaga Peduli Bangsa

NADPOST.COM, Banda Aceh - Lembaga Peduli Bangsa (eLingSa), melaksanakan Diskusi Publik pada Sabtu, 26/11/2016 di Waktar Cafee Darussalam.

Acara bertema Pandangan Masyarakat Terhadap Proses Hukum Kasus Penistaan Agama. Dedy Saputra selaku direktur eLinGsa dalam pembukaan acara diskusi ini menyampaikan bahwa tujuan dari pelaksanaan diskusi ini adalah untuk mengembangkan kajian-kajian terhadap wacana kritis, dan khususnya menggali informasi tentang proses hukum kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Purnama (Ahok) dari sudut pandang masyarakat. 

Acara tersebut turut di isi oleh tiga pemateri, yakni; Muhammad Nasir, S. HI, selaku advokat dan ketua DPW APSI (Asosiasi pengacara syariah Indonesia), Dr. Jabbar Sabil, M.A., selaku akademisi UIN Ar-Raniry. Jufrizal, S. Sos.I, M. Litt., selaku pengiat di Institute of Journalism and Media, dan di moderatori oleh Ade Ihsan Kamil, M.A.

Pada kesempatan itu, Muhammad Nasir lebih melihat dari sisi akurasi proses penyelidikan dan penyidikan dalam penanganan kasus hukum penistaan agama. Menurut Nasir, mekanisme dan tahapan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana  harus ada laporan atau aduan. Sementara tindak pidana penistaan agama yang termasuk dalam 156 a KUHP merupakan delik laporan. Tindak pidana yang sifatnya delik harus diproses tanpa menunggu adanya laporan atau pegaduan. [next]

Namun, tambah Nasir, dalam kasus Penistaan Agama yang dilakukan Ahok, penyidik baru menyidik karena adanya laporan, seharusnya polisi tidak perlu menunggu laporan, karena sudah ada bukti melalui rekaman vidio yang di unggah ke youtube. Nah, disini timbul tanda tanya masyarakat, mengapa kasus tersebut di proses setelah adanya laporan? Pertanyaan tersebut terjawab karena tiga faktor yakni kepentingan kekuasaan, politik, dan ekonomi. 

Sementara Dr. Jabbar Sabil lebih menekankan pada perspektif terhadap komitmen pemerintah dalam upaya penyelesaian kasus hukum penistaan agama. Menurut Jabbar Sabil, Komitmen penyelesaian kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok, butuh komitmen dalam artian individu, dan komitmen dalam sistem pendekatan sosisal.



Namun Jabbar Sabil lebih menekankan dari sisi pendekatan sosial. Dalam artian manusia sebagai sistem dari dua sisi, yaitu struktur dalam ( keyakinan) struktur luar (tindakan). Dengan menganut falsafah Pancasila, ayat satu ketuhanan yang Maha Esa, maka Negara harus berkomitmen dan mampu menyelesaikan setiap kasus penistaan agama terhadap siapapun termasuk Ahok.

Adapun Jufrial, pada diskusi itu memaparkan tentang kajian jurnalisme dalam pemberitaan SARA. Dalam pembahasan, ia menjelaskan di Pilkada Jakarta ada dua kelompok minoritas yang dianggap ektrimis yang menjadi pusat pemberitaan.

“Dua kelompok itu, punya pandangan ekstrimis. Ketika pandangan ekstremis itu direpertasikan sebagai kelompok tertindas dan mayoritas. Maka isu SARA mudah saja dimainkan,” ujar Jufrizal

Jufrizal menambah, media yang punya kepentingan politik dengan Ahok ikut berperan memperkeruh keadaan ke dalam ranah SARA. Buktinya ketika aksi 14 November 2016, media tersebut cuman memunculkan spanduk-spanduk aksi dari kelompok minoritas yang lebih bersifat provokatif SARA. Dan itu sama sekali tidak mewakili mayoritas umat Islam tanah air, yang menuntut siapapun yang menistakan agama harus diproses secara hukum karena ini sudah masuk ranah pidana, dan jangan menjadikan alasan imunitas (kekebalan hukum) bagi pejabat negara.

“Tuntutan mayoritas umat Islam yang seharusnya diberitakan media cuman pekara imunitas, bukan persoalan kebencian atas nama SARA,” Tegas Jufrizal.

Penulis:
Murdani Pulo Awe
(Manajer Program Kajian dan Riset)

COMMENTS

BLOGGER
Nama

#BenderaAceh #Mou Helsinki #Pilkada 2017 Aceh Aceh Barat Aceh Barat Daya Aceh Besar Aceh Jaya Aceh Selatan Aceh Singkil Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Tenggara Aceh Timur Aceh Utara Agama Banda Aceh Bener Meriah Bireuen Bisnis Budaya Editorial Ekonomi Gayo Lues Hiburan Hukum Internasional ISIS Kesehatan KNPI Kudeta Langsa Lhokseumawe Liga Champions Liga Inggris Liga Italia Liga Spanyol Medan MotoGP Muallaf Nagan Raya Nasional Olahraga Opini Pendidikan Peristiwa Pidie Pidie Jaya Politik Ramadhan Sabang Sejarah Sepak Bola Simeulue Sosial Subussalam Teknologi Unik
false
ltr
item
NADPOST: Lembaga Peduli Bangsa Gelar Diskusi Publik
Lembaga Peduli Bangsa Gelar Diskusi Publik
“Dua kelompok itu, punya pandangan ekstrimis. Ketika pandangan ekstremis itu direpertasikan sebagai kelompok tertindas dan mayoritas. Maka isu SARA mudah saja dimainkan,” ujar Jufrizal
http://4.bp.blogspot.com/-BAo5tvqoGmo/WDmEY1fpXZI/AAAAAAAAAyQ/GXRA4rBqtUsygZxHc0MwJiSRGNjsbi8aQCLcB/s640/IMG_20161126_113019.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-BAo5tvqoGmo/WDmEY1fpXZI/AAAAAAAAAyQ/GXRA4rBqtUsygZxHc0MwJiSRGNjsbi8aQCLcB/s72-c/IMG_20161126_113019.jpg
NADPOST
http://www.nadpost.com/2016/11/lembaga-peduli-bangsa-gelar-diskusi.html
http://www.nadpost.com/
http://www.nadpost.com/
http://www.nadpost.com/2016/11/lembaga-peduli-bangsa-gelar-diskusi.html
true
60666952074365016
UTF-8
Posting tidak ditemukan LIHAT SEMUA Baca Selanjutnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Tulisan Lihat Semua Berita Lainnya Kategori Arsip Cari Semua Tulisan Tidak ditemukan posting apapun sesuai dengan permintaan Anda Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis jum'at Sabtu Mig Sen Sel Rab Kam Fri Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Augustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Sekarang 1 menit yang lalu $$1$$ menit yang lalu 1 jam yang lalu $$1$$ jam yang lalu Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu lalu Lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN PREMIUM Bagikan Untuk Membuka Copy semua kode Pilih semua kode Semua kode disalin ke clipboard Tidak dapat menyalin kode / teks, silahkan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin