Auto Height Logo

Hasanuddin Ingatkan Urgensi Pelaksanaan Qanun Irigasi

“Tentu saja kita semua berharap agar tidak ada lagi cetak sawah baru tanpa koordinasi. Karena selama ini, banyak areal persawahan yang baru dibuka ternyata tidak bisa ditanami, atau terpaksa mengandalkan air hujan, karena tidak bisa diairi oleh jaringan yang ada,” kata Hasanuddin, Jumat (18/1).

Hasanuddin Ingatkan Urgensi Pelaksanaan Qanun Irigasi

NADPOST.COM, BANDA ACEH - Bekas Kepala Dinas Pengairan Aceh, Hasanuddin, berharap pelaksanaan Qanun Irigasi benar-benar berdampak luas bagi pengembangan sektor pertanian dan keseimbangan lingkungan. Qanun ini juga akan menjadi rambu-rambu bagi semua pihak sebelum membuka areal persawahan baru.

“Tentu saja kita semua berharap agar tidak ada lagi cetak sawah baru tanpa koordinasi. Karena selama ini, banyak areal persawahan yang baru dibuka ternyata tidak bisa ditanami, atau terpaksa mengandalkan air hujan, karena tidak bisa diairi oleh jaringan yang ada,” kata Hasanuddin, Jumat (18/1).

Menurut Hasanuddin, banyak areal persawahan yang dibangun tanpa mempertimbangkan kelayakan lokasi. Dari sisi elevasi atau jarak dari jaringan irigasi yang telah ada tidak memungkinkan untuk diairi. Kondisi ini jelas merugikan karena areal yang baru dibuka itu tak bisa dioptimalkan meski dibuat dengan menghabiskan anggaran besar.

Hasanuddin mengatakan dalam Qanun Irigasi--draf qanun ini dirancang dan diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Aceh saat Hasanuddin menjabat sebagai Kepala Dinas Pengairan Aceh--yang baru, terdapat tingkatan kewenangan pembangunan. Pemerintah Indonesia, kata dia, berhak boleh membangun dan mengelola daerah irigasi seluas 3.000 hektare atau daerah irigasi yang berada di dua provinsi. Termasuk juga membangun jaringannya.

Sementara Pemerintah Aceh berwenang untuk mengembangkan dan mengelola irigasi di kawasan seluas 1.000 hektare hingga 3.000 hektare atau areal yang berada di dua kabupaten. Sedangkan pemerintah kabupaten atau kota berwenang mengelola areal lebih kecil.

Namun tetap saja pembangunan jaringan irigasi harus dikoordinasikan dengan Pemerintah Aceh, melalui Dinas Pengairan Aceh, untuk mendapatkan rekomendasi layak atau tidak untuk penambahan cetak sawah baru. Dengan pertimbangan jumlah ktersediaan air dari sumber.

Jadi saat ini, semua pembangunan didasarkan pada rencana induk pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai dan berpegang pada rencana tata ruang wilayah Aceh. Izin dan persetujuan ini juga dilaporkan secara tertulis kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

Jika, tambah Hasanuddin, pemerintah kota atau kabupaten tidak mampu membangun jaringan irigasi primer dan sekunder yang menjadi kewenangannya, Pemerintah Aceh dapat membantu sesuai permintaan daerah tersebut. “Qanun ini adalah terobosan penting bagi pembangunan kedaulatan pangan di Aceh. Aturan ini hanya ada di Aceh. Terobosan ini hendaknya disosialisasikan dan dijalankan. Jangan ada lagi kesalahan dalam pembangunan sawah dan irigasi yang sangat merugikan negara dan petani.”

Sumber: AJNN

COMMENTS

BLOGGER
Name

#Bencana #Gempa #Tsunami #BenderaAceh #Erdogan #PBB #Palestina #Jokowi #Mou Helsinki #Pilkada 2017 Aceh Aceh Barat Aceh Barat Daya Aceh Besar Aceh Jaya Aceh Selatan Aceh Singkil Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Tenggara Aceh Timur Aceh Utara Agama Banda Aceh Bener Meriah Bireuen Bisnis Budaya Ekonomi Gayo Lues Hiburan Hukum Internasional ISIS Kesehatan KIP KNPI Kudeta Langsa Lhokseumawe Liga Champions Liga Inggris Liga Italia Liga Spanyol Medan MotoGP Muallaf Nagan Raya Nasional Olahraga Opini Parlok Pendidikan Peristiwa Pidie Pidie Jaya Politik Sabang Sejarah Sepak Bola Simeulue Sosial Subussalam Teknologi Unik
false
ltr
item
NADPost.com: Hasanuddin Ingatkan Urgensi Pelaksanaan Qanun Irigasi
Hasanuddin Ingatkan Urgensi Pelaksanaan Qanun Irigasi
“Tentu saja kita semua berharap agar tidak ada lagi cetak sawah baru tanpa koordinasi. Karena selama ini, banyak areal persawahan yang baru dibuka ternyata tidak bisa ditanami, atau terpaksa mengandalkan air hujan, karena tidak bisa diairi oleh jaringan yang ada,” kata Hasanuddin, Jumat (18/1).
https://2.bp.blogspot.com/-dlefSiGzkfk/XEHGrJVZNPI/AAAAAAAABMA/CPuClvGUhe47T1KmyT-pdijMEH_uU8iTgCLcBGAs/s1600/Hasanuddin.png
https://2.bp.blogspot.com/-dlefSiGzkfk/XEHGrJVZNPI/AAAAAAAABMA/CPuClvGUhe47T1KmyT-pdijMEH_uU8iTgCLcBGAs/s72-c/Hasanuddin.png
NADPost.com
http://www.nadpost.com/2019/01/hasanuddin-ingatkan-urgensi.html
http://www.nadpost.com/
http://www.nadpost.com/
http://www.nadpost.com/2019/01/hasanuddin-ingatkan-urgensi.html
true
60666952074365016
UTF-8
Posting tidak ditemukan LIHAT SEMUA Baca Selanjutnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Tulisan Lihat Semua Berita Lainnya Kategori Arsip Cari Semua Tulisan Tidak ditemukan posting apapun sesuai dengan permintaan Anda Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis jum'at Sabtu Mig Sen Sel Rab Kam Fri Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Augustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Sekarang 1 menit yang lalu $$1$$ menit yang lalu 1 jam yang lalu $$1$$ jam yang lalu Kemarin $$1$$ hari yang lalu $$1$$ minggu lalu Lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN PREMIUM Bagikan Untuk Membuka Copy semua kode Pilih semua kode Semua kode disalin ke clipboard Tidak dapat menyalin kode / teks, silahkan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin