Polisi: Alat Kelamin Siswi SMP di Pontianak yang Dianiaya Tak Dirusak

BreakeingNews

Foto : merdeka.com

NADPost.com – Isu liar berhembus terkait penganiayaan siswi SMP di Pontianak. Kabarnya alat kelamin korban ikut dirusak para pelaku yang berjumlah 3 orang siswi SMA. Tapi ternyata, hasil pemeriksaan polisi, isu itu tidak benar.

“Keterangan dari korban dan ibu korban nihil perusakan alat vital,” beber Kapolresta Pontianak, Kombes Anwar, yang dikonfirmasi kumparan, Selasa (9/4/2019) malam.

Kasus ini terjadi pada Jumat, 29 Maret 2019 sekitar pukul 14.30 WIB di belakang Paviliun Informa Jalan Sulawesi, Pontianak Selatan.

“Awalnya korban dijemput temannya, kemudian korban dibonceng untuk bertemu dengan sepupu korban dan diikuti 4 (empat) orang wanita yang mana korban tidak mengenal siapa wanita-wanita tersebut,” jelas Anwar.

Ketika sampai di lokasi, di Jalan Sulawesi, tiga orang pelaku langsung menyerang korban hingga terjatuh.

“Korban ditendang di bagian belakang dan dipukul wajahnya berkali-kali,” beber Anwar.

Korban juga sempat dipiting. Hingga akhirnya aksi disudahi para pelaku ketika warga melintas.

“Akibat yang dialami, korban mengalami memar di kepala dan sakit di badan,” tegas Anwar.

Kasus ini berawal saat korban yang tengah berada di kediaman kakeknya dijemput oleh salah satu siswi SMA pada 29 Maret 2019 lalu. Siswi tersebut meminta korban untuk mempertemukannya dengan kakak sepupu korban dan disanggupi oleh korban.

Setelah mereka bertemu kakak sepupu korban, rupanya siswi SMA itu tidak sendirian. Siswi SMA itu dan ketiga temannya menggiring korban dan kakak sepupu korban ke tempat yang sepi.

Di lokasi tersebut, kakak sepupu korban kemudian terlibat baku hantam dengan salah satu oknum siswi SMA itu. Tak hanya itu, tiga teman siswi SMA itu juga melakukan penganiayaan terhadap korban hingga terluka secara psikis dan fisik.

Ibu korban menyebut, setidaknya ada tiga oknum siswi yang melakukan kontak fisik dengan korban. Namun, di lokasi tersebut, diduga terdapat delapan hingga 12 siswi lainnya yang menyaksikan sambil tertawa tanpa ada upaya menolong.

Tinggalkan Balasan