Gelapkan APBG Rp 325 Juta, Oknum Keuchik di Aceh Utara Jadi Tersangka

Keuchik Matang Ulim
Ilustrasi

NADPost.com – Satreskrim Polres Lhokseumawe menetapkan IL, Pelaksana tugas (Plt) Keuchik Matang Ulim, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) 2017 desa setempat senilai Rp325 juta.

“Iya benar, oknum Plt Keuchik tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun kita belum berhasil menangkapnya karena pelaku sudah melarikan diri,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Intra Trinugraha Herlambang kepada AJNN, Selasa (16/4/2019).

Dikatakan Indra, sebelumnya pelaku yang tercatat sebagai pegawai di Pemko Lhokseumawe dilaporkan oleh warga ke polisi pada Maret 2018, setelah mengetahui uang senilai Rp 325 juta dari total Rp 865 juta APBG 2017 dibawa kabur tersangka.

“Sebelumnya saat melakukan penyidikan, kita juga sudah memanggil sejumlah saksi dari warga dan aparat desa setempat untuk dimintai keterangan guna mendalami kasus ini,” ungkap Indra.

Lanjut Indra, setelah menemukan bukti yang cukup, pihaknya langsung menetapkan Plt oknum keuchik tersebut sebagai tersangka dalam kasus itu. Dampak dari perbuatan pelaku, proyek pembangunan balai pembelajaran masyarakat, dan dua unit rumah dhuafa tak bisa direalisasikan.

“Kita juga sudah meminta Inspektorat Aceh Utara untuk menghitung realisasi fisik guna mendapatkan berapa kerugian negara dalam kasus tersebut. Dan menurut hasil hitungan sudah ada kerugian negara sekitar Rp 300 juta lebih,” ungkapnya.

Indra melanjutkan, untuk penetapan Plt Keuchik sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sudah dapat dilakukan, karena sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasus itu mulai terungkap setelah dilantik keuchik baru pada 21 Januari 2018.

Namun, setelah pelantikan keuchik baru tersebut, IL yang menjadi Plt keuchik sebelumnya sudah menghilang dari desa. Dana tersebut ditarik secara bertahap mulai dari 24 Agustus sampai 29 Desember oleh bendahara, dan kemudian diserahkan kepada Plt keuchik yang kabur itu.

“Ini diketahui berdasakan hasil print tabungan giro desa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan