Abrar, Bocah Yatim Penderita Sakit Jantung Asal Pidie Ini Kini Dirawat di RS Harapan Kita Jakarta

abrar
Foto : Abrar, Bocah Yatim Penderita Sakit Jantung Asal Pidie Ini Kini Dirawat di RS Harapan Kita Jakarta

NADpost.com – Abrar Azizi (5) bocah sakit jantung asal Gampong Peureulak Baroh, Kecamatan Sakti, Pidie kini menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Harapan Kita di Jakarta menunggu jadwal operasi.

Kini Abrar dirawat lagi guna menjalani CT Scan merupakan prosedur sebelum dilaksanakan operasi.

Menurut jadwal ditetapkan pihak rumah sakit operasi akan dilakukan pada Selasa, 7 Mei 2019 di RS Harapan Kita Jakarta.

Dokter yang menangani dr Oktavia Lilyasari, Poli Jantung Pediatrik.

Loading...

Jantung Pediatrik adalah sakit jantung karena bawaan sejak bayi.

“Ini sekarang Abrar dirawat, keputusannya dilihat lagi setelah jalani CT Scan, ” kata Susilawati, ibunda Abrar kepada Serambinews.com dari Jakarta melaui telepon selular, Selasa (23/4/2019).

Maka itu, ia memohon dukungan dan doa dari keluarga dan semua masyarakat untuk kesembuhan anaknya.

Hingga saat ini ia sekira tiga bulan di Jakarta bolak-balik rumah sakit menjalani perawatan anaknya.

Selama di Jakarta mereka tinggal di rumah Teuku Riefki Harsya, anggota DPR RI dan Abrar Azizi (5) bocah yatim mengidap penyakit jantung bawaan.

Sebelumnya, Abrar Azizi sempat terbaring di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Tgk Chik Ditiro Sigli, Pidie, Kamis (14/2).

Dia dirujuk dari Puskesmas Sakti untuk menjalani pengobatan, karena di Puskesmas belum ada dokter ahli jantung sehingga dibawa ke rumah sakit kabupaten.

Abrar adalah anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Satthari (alm) dan Susilawati (29) asal Gampong Peureulak Baroh, Kecamatan Sakti, Pidie.

“Ayahnya sudah meninggal tiga tahun lalu, saya sehari-hari menjaga anak saya dan untuk makan kami dibantu saudara-saudara dekat,” kisah Susilawati dengan nada sedih.

Menurut Susilawati, ia baru tahu anaknya sakit jantung waktu usia si anak 5 bulan.

Waktu itu, dia melihat tangannya biru saat menggenggam lalu dibawa ke puskesmas untuk berobat.

Akibatnya sakitnya, Abrar tidak tumbuh seperti anak normal lainnya.

Advertisement
loading...

Tinggalkan Balasan