Kim Jong Un Disebut Bakal Kunjungi Putin di Rusia Kamis Ini

Putin & Kim Jong Un (Presiden Rusia & Presiden Korea Utara )

NADpost.com – Rusia telah mengumumkan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un bakal melangsungkan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin.

Kremlin telah menyatakan pertemuan itu bakal berlangsung akhir April, dengan kantor berita KCNA memberitakan kedua pemimpin itu bakal berlangsung “secepatnya”.

Namun, baik Kremlin maupun KCNA tidak bersedia menyebutkan tanggal pasti maupun tempat pertemuan karena menyangkut “alasan keamanan”. Meski begitu, media setempat sudah mengeluarkan prediksi

Harian Rusia Kommersant yang mengutip dua sumber yang mengurus persiapan pertemuan melaporkan, keduanya bakal bertatap muka pada Kamis ini (25/4/2019).

Loading...

Dikutip Reuters Selasa (23/4/2019), Kim dan Putin bakal bertemu di Vladivostok, kota pelabuhan yang selama ini menjadi rumah bagi Armada Pasifik Rusia.

Senada dengan Kommersant, media Korea Selatan (Korsel) Yonhap memberitakan Kepala Staf Kim, Kim Chang Son, terlihat berada di Vladivostok pada Minggu (21/4/2019).

NK News, media yang memantau kegiatan Korut memberitakan, terjadi persiapan di Universitas Federal Timur Jauh Vladivostok di mana para pekerja menaikkan bendera Korut dan Rusia.

Kunjungan pertama ke Negeri “Beruang Merah” itu merupakan upaya Kim utnuk membangun dukungan internasional bagi rencana pembangunan ekonominya, demikian keterangan analis.

Kunjungan itu terjadi setelah pertemuan Kim dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Hanoi, Vietnam, pada 27-28 April menemui jalan buntu.

Selama bertahun-tahun Rusia merupakan pihak yang terlibat dalam upaya denukllrisasi Korut bersama Jepang, AS, China, maupun Korsel, dengan pertemuan terakhir pada 2009.

Kementerian Luar Negeri Korsel menurut juru bicara Kim In-chul berkata, agenda bilateral keduanya bakal membahas relasi, kerja sama regional, dan denukllrisasi. “Agenda Rusia sama dengan kami.

Yakni denukllrisasi penuh di Semenanjung Korea serta menetapkan perdamaian secara penuh,” ujar Kim dalam konferensi pers. Artyom Lukin, Profesor Universitas Federal Timur Jauh menjelaskan setelah pertemuan dengan Trump buntu, Kim nampaknya ingin membuktikan dia masih diperhatikan pemimpin dunia lainnya.

Menurut Lukin, Kim tidak ingin terlalu bergantung kepada AS, China, maupun Korsel. Pertemuan ini juga memberikan arti penting bagi Moskwa. “Melalui pertemuan ini, Rusia masih ingin dianggap sebagai pemain utama dalam proses perdamaian Semenanjung Korea dan bukti prestis di kancah internasional,” terang Lukin.

Advertisement
loading...

Tinggalkan Balasan