Pemerintah Aceh Beri Subsidi Harga Rp 3.000 untuk 4 Komoditi yang Dijual di Pasar Murah

Kadis Perindag Aceh, Muhammad Raudhi
Kadis Perindag Aceh, Muhammad Raudhi, melayani pembeli di pasar murah Kuta Baro, Aceh Besar, Selasa (23/4/2019). Serambinews/Herianto

NADPost.com – Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindag, memberikan harga subsidi untuk lima komoditi bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah.

Pasar murah ini digelar secara serentak mulai hari ini, Selasa (23/4/2019) sampai hari Jumat (26/4/2019) di masing-masing empat lokasi pada 23 kabupaten/kota di Aceh.

Adapun empat komoditi yang dijual di pasar murah dan mendapatkan harga subsidi adalah beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu.

“Masing-masing diberikan subsidi harga senilai Rp 3.000/kg dan satu lagi telur ayam ras diberikan subsidi Rp 250/butir,” kata Kadis Perindag Aceh, Muhammad Raudhi kepada Serambinews.com, setelah membuka pasar murah di depan Kantor Camat Bandar Baru, Simpang Tiga Pekan Biluy, Aceh Besar, Selasa (23/4/2019).

Loading...

Program pasar murah setiap menjelang bulan Ramadhan, kata Muhammad Raudhi, merupakan agenda rutin tahunan Disperindag Aceh.

Setiap tahun, Disperindag tiga kali kita melaksanakan pasar murah.

Yaitu menjelang bulan Ramadhana, menjelang hari Raya Idhul Fitri, dan ketiga menjelang peringatan 1 Muharram atau Tahun Baru Hijriah.

Untuk tahun 2019 ini, kata Muhammad Raudhi, pembukaan pasar murah ini dilakukan secara simbolis di depan Kantor Camat Bandar Baru, Simpang Tiga Pekan Biluy, Aceh Besar.

Setelah diberikan subsidi, harga lima komoditi yang dijual di pasar murah menjadi, beras premium Rp 80.000 (10 kg), selanjutnya minyak goreng Rp 22.000 (2 kg), gula pasir Rp 9.500 per kg, tepung terigu Rp 7.500 kg, dan telur ayam ras Rp 31.000 per papan (30 butir).

Kasi Perdagangan Disperindag, Abdullah mengatakan, masyarakat yang hadir di pasar murah sangat antusias hadir dan membeli lima komoditi kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah.

Warga sudah berkumpul di depan kantor camat Bandar Baru, sejak pukul 8 pagi.

Setiap pembeli hanya boleh membeli 1 karung beras, 2 kantong minyak goreng, 2 bungkus gula pasir, 2 bungkus tepung terigu, dan 1 papan telur.

Pembatasan pembelian bertujuan supaya lebih banyak warga kurang mampu yang mendapatkan kesempatan.

Alasan lainnya, jumlah bahan yang harganya disubsidi volumenya terbatas.

Kadis Perindag Aceh, Muhammad Raudhi,Abdullah menambahkan, untuk pelaksanaan pasar murah jelang bulan Ramadhan 1440 Hijjriah, beras yang harganya diberikan subsidi sampai batas penjualan 10.000 kg, gula pasir 8.500 kg, Minyak Goreng 8.500 kg, tepung terigu 4.000 kg, dan telur ayam ras 48.000 butir.

Penyedia barang untuk lima komoditi kebutuhan pokok yang dijual di Pasar Murah Pemerintah Aceh di 23 kabupaten/kota itu, semuanya menjadi tanggung jawab Bulog Aceh.

Sedangkan sumber anggarannya senilai Rp 105 juta, bersumber dari dana APBA 2019.

Advertisement
loading...

Tinggalkan Balasan