Pencari Sumbangan ‘Fakir Miskin dan Anak Yatim’ Jaringan Mak Dah Diamankan Petugas

Pengemis Kaya
Viral di Instagram Pengemis Ketahuan Bawa Mobil Pribadi, Ngamuk saat Direkam Warga.

NADPost.com – Petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banda Aceh, mengamankan tiga pencari sumbangan yang mengatasnamakan untuk fakir miskin dan anak yatim di Simpang BPKP Banda Aceh, Selasa (23/4/2019) siang.

Belakangan diketahui tiga pencari sumbangan, yakni Sofyan yang membawahi dua anggotanya di Simpang BPKP itu berada di bawah kendali Mak Dah, wanita yang tinggal di sebuah gampong di Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.

“Pengakuan Sofyan Cs mereka bekerja untuk Mak Dah. Artinya begini, setelah Mak Dah mempersiapkan segala sesuatu, mulai kotak sumbangan dan menuliskan mohon bantuan untuk fakir miskin dan anak yatim, selanjutnya kotak itu diserahkan ke tiga pencari sumbangan,” kata Kepala Dinas Sosial Banda Aceh, Drs Muzakir kepada Serambinews.com, Selasa (23/4/2019).

Menurut Muzakir, hasil seluruh sumbangan yang diperoleh oleh ketiga pengemis itu, Mak Dah akan mendapat bagian Rp 30 ribu per orang per hari.

Loading...

“Sebelumnya para pencari sumbangan di persimpangan lampu lalu lintas di Simpang BPKP ini mencatut nama dayah. Tapi, aksi mereka ketahuan dan menggangap bisa membahayakan dirinya bisa diproses hukum, sehingga sekarang mereka ‘ganti kulit’,” timpal Kabid Rehabilitasi Sosial, TM Syukri SSos MAP.

Menurutnya Sofyan Cs yang dijaring dalam penertiban tadi siang, kini dibina dan diamankan di rumah singgah Dinsos Banda Aceh, Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa.

“Kita akan cari Mak Dah dan akan kita konfrontasi dengan ketiga pencari sumbangan yang ‘disponsori’ oleh perempuan itu,” jelas Syukri.

Sebelumnya kata dia, petugas Dinsos Kota Banda Aceh juga menjaring Samsul Bahri (42) pria asal Grong-Grong, Kabupaten Pidie yang mencari dana atas nama dayah.

Seperti halnya Sofyan Cs, Samsul Bahri yang diamankan petugas pada 1 Maret 2019 lalu, juga ‘mendapat perintah’ dari Mak Dah untuk mencari dana, setelah kotak sumbangan dan tulisan di kotak dipersiapkan oleh perempuan yang telah berumur tersebut.

“Kami minta perhatian dari semua pihak, pengguna jalan serta masyarakat untuk tidak memberikan sumbangan kepada para pengemis. Soalnya kondisi tersebut akan membuat mereka malas, sebab sudah enak mencari uang dengan cara-cara mengemis,” pungkas TM Syukri.(*)

Advertisement
loading...

Tinggalkan Balasan