Kadisdik Aceh: Tidak Ada Sekolah di Bulan Ramadhan, Hanya Pesantren Kilat

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin. Foto: IST

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin menegaskan bahwa tidak ada pelaksanaan sekolah selama bulan suci ramadhan terhadap pelajar di Aceh seperti yang disampaikan oleh anggota DPRA.

Kata Syaridin, berdasarkan kalender pendidikan yang telah disusun, selama bulan ramadan nanti, siswa-siswi di Aceh tidak akan belajar efektif seperti biasanya, melainkan hanya pelaksanaan pesantren kilat atau belajar keagamaan.

“Memang tidak ada, dari awal kita sudah susun kalender pendidikan Aceh, tidak ada belajar efektif di bulan ramadhan, tetapi hanya belajar pesantren kilat atau pendidikan Dinul Islam (pelajaran keagamaan), itu yang ada,” kata Syaridin kepada wartawan usai melaksanakan upacara Hardiknas di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Kamis (2/5/2019).

Selain itu, tambah Syaridin, waktu belajar pesantren kilat para siswa tersebut juga tidak berlangsung lama, hanya dilaksanakan selama dua minggu saja, mulai dari pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB.

Loading...

Karena itu, Syaridin mengaku bingung terkait adanya pernyataan dari anggota dewan yang mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Aceh harus merubah kalender pendidikan agar dibulan puasa tidak ada belajar

“Jadi tidak ada (sekolah di bulan ramadhan),” tegas Syaridin.

Sebelumnya, anggota DPRA, Asrizal Asnawi meminta Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengeluarkan surat edaran tentang tidak adanya aktivitas belajar mengajar di sekolah selama bulan suci ramadhan.

“Kita meminta kepada Plt Gubernur Aceh untuk mengeluarkan surat edaran agar tidak ada aktivitas belajar di bulan suci ramadhan, mulai dari SD, SMP, SMA dan juga dayah yang ada di Aceh,” kata Asrizal Asnawi, Selasa (30/4/2019).

Menurut Asrizal, hal ini penting dilakukan oleh Pemerintah Aceh mengigat Aceh merupakan daerah yang memiliki keistimewaan, berbeda dengan provinsi lainnya di Indonesia.

Apalagi, kata Asrizal, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, selama bulan puasa tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah. Karena itu dirinya bingung kenapa tahun ini anak-anak di Aceh tetap bersekolah seperti biasanya.

“Tahun-tahun kemarin tidak ada, tahun ini kenapa ada. Meskipun tidak sebulan penuh, tapi kepada murid dan wali murid sudah diumumkan bahwa ada sekolah,” pungkasnya.

Advertisement
loading...

Tinggalkan Balasan