Larang Tahanan Baca Al Quran, Penjara Amerika Didenda Rp 333 Juta

NADPost.com I Denver – Gara-gara melarang narapidana Islam membaca Al Quran, sebuah penjara di Amerika Serikat dihukum membayar denda sebesar US$ 25.000 atau setara Rp 333 juta.

Menurut tahanan, Marquiss Harris, pihak penjara Adams County, Denver, Colorado, enggan memberikan al-Quran kepadanya untuk dibaca saat Ramadan.

Harris mengatakan, Quran miliknya dirampas ketika dia dimasukkan ke pusat tahanan tersebut pada 19 Juni 2015.

Pihak pengadilan melihat hal itu sebagai diskriminasi agama dan mengarahkan pihak penjara membayar ganti rugi kepada narapidana tersebut.

“Sangat menggembirakan melihat Muslim pemberani di masyarakat kita melawan diskriminasi Donald Trump telah dimenangkan di Amerika,” kata pengacara Harris, David Lane, seorang pengacara hak sipil Denver.

Atas perintah tersebut, Departemen Syerif Adams County setuju utuk mengubah kebijakan sebagai bagian solusi kasus itu tetapi menolak mengaku melakukan kesalahan dalam kasus tersebut.

Departemen penjara itu juga setuju memberikan narapidana barang kebutuhan agama pada waktu yang diperlukan.

Selain itu, tahanan juga diizinkan untuk berkumpul untuk menunaikan ibadah. Penjara Amerika Serikat itu juga setuju untuk menyediakan makanan halal, makanan yang sesuai dengan hukum Islam, kepada narapidana Muslim.