Pemerintah Pidie akan Merenovasikan Bundaran dan Tugu Buah Melinjo “Aneuk Mulieng” di Simpang Empat Keuniree

NADPost.com, Sigli – Tugu berbentuk melinjo “Aneuk Mulieng” yang tentu saja menjadi ikon baru Kota Sigli ini akan berdiri kokoh, dan menjulang tinggi di Simpang KoChin alias Simpang empat Keuniree.

Kehadiran icon ini mampu hadir sebagai media yang mempengaruhi tatanan sosial membentuk image atau kesan tersendiri bagi masyarakat Pidie umumnya dan Aceh khususnya.

Dan pula dalam perencanaan pembangunan icon kota ini memanfaatkan simbol-simbol klasik atau modern mesti melalui banyak pertimbangan dengan asumsi.

Loading...

Kemudian karya arsitektur yang hadir di tengah masyarakat ini akan secara langsung menyampaikan kesan tersendiri dan mampu mempengaruhi untuk meningkatkan hasil produksi emping melinjo yang lebih banyak lagi kedepannya.

Dalam analitis simbolik sebuah icon kota pendekatan makna arsitektur terhadap tugu buah melinjo yang di tempatkan di Jalan nasional yang banda aceh-medan bertepatan di simpang empat keuniree.

Tugu melinjo ini dapat dimaknai pula sebagai penghargaan akan kejayaan produksi emping melinjo terbesar di Aceh.

Dalam implementasinya untuk bangunan icon melinjo ini banyak melibatkan arsitektur dan seniman, untuk dibuat sedemikian rupa agar menyerupai buah melinjo yang sebenarnya.

Dan pula membangun icon yang mewakili pesan yang dimaksudkan mesti memonumental dan tampil sebagai landmark kota hingga eksistensinya mampu dimaknai baik oleh masyarakat secara umum.

Ada 17 titik air mancur yang akan mengaliri di dalam bundaran tersebut, yang menandakan 17 rakaat shalat fardhu.

Jika malam tiba, lampu “Aneuk Mulieng” akan menyala, dan menembakkan cahaya sebagai kode atau petunjuk bagi masyarakat yang melintasi Kabupaten Pidie.

Advertisement
loading...

Tinggalkan Balasan