Sistem Penerapan Aturan Dinegara Mayoritas Muslim Dengan Negara Yang Mayoritas Non Muslim

NADPost.com I MIAMI — Pria asal kota Titusville, Florida, AS, dipenjara 15 tahun setelah mengaku bersalah meletakkan potongan daging babi di sebuah masjid kota itu.

Michael Wolfe (37), selain menjalani masa hukuman 15 tahun penjara, dia juga harus melalui masa percobaan selama 15 tahun akibat perbuatannya pada Januari 2016 itu.

Wolfe mengaku meletakkan daging babi diMasjid Al-Munin di kompleks Islamic Society of Central Florida.

Jaksa penuntut mengatakan, pengakuan bersalah Wolfe ini sebagai hasil dari pembicaraan dengan pihak masjid dan kepolisian Titusville.

Loading...

“Tujuannya adalah untuk menangkal jenis kejahatan semacam ini terulang kembali. Setelah apa yang kita saksikan terhadap gereja di Texas, maka langkah seperti ini amat dibutuhkan,” kata Musri.

“Sekolah-sekolah, gereja, masjid, teater menjadi sasaran kebencian. Ini harus dihentikan,” kata Musri.

Polisi mengatakan, Wolfe masuk ke  masjid itu, merusak sejumlah lampu, memecahkan jendela, dan meninggalkan daging babi.

Menurut catatan pemerintah Brevard County, sejak 1998 Wolfe sudah beberapa kali berurusan dengan hukum termasuk dalam kasus perampokan rumah kosong dan pencurian mobil.

Wolfe juga dijatuhi hukuman denda dan menjalani hukuman percobaan usai melakukan pencurian mobil pada 2001, saat dia baru berusia 20 tahun.

Selain itu, Wolfe juga tiga kali dinyatakan bersalah akibat menyetir dalam kondisi mabuk, kepemilikan obat terlarang dan ganja, serta mengganggu ketertiban lalu lintas.

Pihak Karumkit RS Polri Brigjen Musyafak mengatakan tim medis sudah memeriksa kejiwaan perempuan berinisial SM yang membawa anjing ke masjid. SM dinyatakan mengidap penyakit skizofrenia.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter ahli jiwa dari RS Polri dengan dokter luar yaitu dr. Laharjo SpJ dan dr. Yeny SpJ, yang bersangkutan menderita penyakit schizofrenia, tipe paranoid,” kata Musyafak kepada detikcom, Senin (1/7/2019).

Psikiater RS Polri, dr Henny Riana, juga sudah menjelaskan kondisi perempuan tersebut. Menurut Henny, kondisi SM saat ini masih agresif.

“Masih agresif. Masih gelisah, jadi tentu kita tidak bisa segera semua dalam waktu yang secepat-cepatnya itu menanyakan semuanya dan semua harus dijawab seperti yang kita mau ya belum bisa, ya jadi butuh waktu perlahan-lahan kita akan, ya dengan observasi yang beberapa hari itu, atau yang maksimal 14 hari itu, bisa kita dapat hal yang lebih akurat,” kata Henny di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Henny mengatakan tim dokter terus melakukan observasi terhadap SM. Selama proses observasi itu, SM tidak diperkenankan tidur dengan keluarga.

“Nemani dalam arti namanya pasien lagi observasi untuk visum. Tidak ada keluarga yang bisa tinggal tidur dengannya, tapi polisi akan menemani,” ujar Henny.

Kendati demikian, Henny mengatakan keluarga SM sewaktu-waktu bisa dimintai keterangan untuk kebutuhan observasi.

“Keluarga kita panggil untuk kebutuhan observasi kita, menggali data-data, jadi ia tidak seperti pasien pada umumnya. Bukanya menemani itu di suatu ruangan tapi data tentu kita dapat bukan kepada yang bersangkutan saja, tapi data itu bisa dari keluarga terdekat,” imbuh dia.

Sebelumnya, SM bikin geger lantaran membawa seekor anjing masuk Masjid Al Munawaroh, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (30/6/2019) pukul 14.00 WIB. Polisi lalu mengamankan perempuan itu.

“SM memasuki Masjid Al Munawaroh dengan membawa hewan anjing dengan tujuan mencari suaminya,” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky.

Video rekaman peristiwa SM yang membawa masuk anjing ke masjid itu juga viral di internet.

Atas peristiwa tersebut, MUI mengajak umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan informasi yang menghasut dan bernuansa SARA. Umat Islam diminta tidak terpecah belah.

“MUI meminta kepada semua pihak untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang ingin memanfaatkan kasus ini untuk mengadu domba antarelemen masyarakat khususnya antarumat beragama,” kata Waketum MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangannya.

Imbauan serupa juga disampaikan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Umat Islam diharapkan bersabar dalam menyikapi kasus perempuan yang membawa anjing masuk masjid ini.

“Saya atau DMI menyampaikan sekaligus mengimbau khususnya kepada umat Islam karena banyak berita berita yang sudah berkembang di tengah-tengah masyarakat simpang siur dan sudah berkembang dan sudah ada yang dikembang-kembangkan untuk bersabar memang umat Islam saat ini sedang diuji kesabarannya oleh Allah SWT terutama di berbagai belahan dunia banyak kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa penting di berbagai belahan dunia saat ini yg diuji oleh Allah SWT,” kata Ketua Harian DMI Pusat, Syafruddin, di Kantor DMI Jalan Jenggala, Kebayoran Baru, Jaksel.

Dan Para Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sangat menyayangkan kelakuan seorang perempuan bernama Suzethe Margareth, yang memakai sepatu dan membawa anjing di dalam Masjid Al Munawwaroh Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 30 Juni 2019. Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini, mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi persoalan tersebut secara dewasa.

“Kita menyayangkan perbuatan membawa anjing ke dalam masjid. Namun, sebagai Muslim apalagi dalam konteks negara yang Bhinneka, kita harus memaafkan,” Helmy di Jakarta, Senin 1 Juli 2019.

Ia menjelaskan, dulu zaman nabi pernah ada Badui yang kencing di dalam masjid. Nabi memaafkan dan meminta sahabat-sahabatnya membersihkan masjid. Sikap Nabi Muhammad menjadi teladan bersama.

“Pada prinsipnya kita harus saling menghormati dan mengedepankan etika dan norma-Norma yang berlaku. Umat beragama harus saling mengindahkan norma yang berlaku  untuk menghormati tempat peribadatan masing-masing. Itulah bagian dari toleransi antar umat beragama,” kata Helmy.

Advertisement
loading...

Tinggalkan Balasan