Harga Semua Beras Bakal Naik, Puan Malah Salahkan Rakyat Karna Rutin Makan

Menteri Puan Maharani menuturkan harga beras semua kualitas, baik premium, medium, hingga rendah tercatat mengalami kenaikan di penggilingan pada tahun 2019 dibanding tahun 2018.

Dibanding dengan tahun 2018, rata-rata harga beras di penggilingan untuk kualitas premium, medium, dan rendah mengalami kenaikan masing-masing 0,76 persen, 0,56 persen, dan 0,79 persen,” kata Menteri Puan Maharani di istana kepresidenan.

Menteri Puan Maharani, rerata harga beras kualitas premium di penggilingan naik sebesar 0,11 persen menjadi Rp 9.530 per kilogram pada tahun 2019. Sementara, rerata harga beras kualitas medium naik sebesar 0,14 persen menjadi Rp 9.224 per kilogram.

Rerata harga beras kualitas rendah juga mengalami kenaikan.

Dibanding kualitas lain, kata Puan Maharani, kualitas rendah mencatatkan kenaikan paling besar, yakni sebesar 1,31 persen menjadi Rp 9.048 per kilogram. Setali tiga uang, harga gabah selama Agustus 2019 tentu mengalami kenaikan.

Rerata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani naik 3,04 persen menjadi Rp 4.759 per kg. Di tingkat penggilingan, harga GKP naik 3,04 persen menjadi Rp 4.856 per kg.

“Rata-rata harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani juga naik 0,60 persen menjadi Rp 5.309 per kg, dan ditingkat penggilingan naik 0,71 persen menjadi Rp 5.423 per kg,” ucapnya.

Puan Maharani yang dengan nada kesal mengatakan ke awak media Sambil berseloroh, Puan meminta rakyat miskin jangan terlalu rutin makan, diet lah jangan makan terus ujar Puan Maharani.

Menurut Puan, pemerintahan Jokowi-JK saat ini tengah berupaya untuk mengurangi impor beras dari berbagai negara. Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat bisa mengonsumsi pangan alternatif yang tidak hanya berasal dari beras.

Puan menyebut, masalah kemiskinan di Indonesia juga bisa terjadi karena banyaknya raskin yang disalahgunakan dan dipolitisasi.