Ladang Minyak Kerajaan Arab Diserang Teroris, Produksi Minyak Jadi Terganggu

NADPost.com – Ladang minyak milik Saudi Aramco di Arab Saudi mendapat serangan dari pesawat tak berawak pada Sabtu (14/9/2019). Pemberontak Houthi Yaman mengaku jadi dalang di balik serangan yang melibatkan 10 unit pesawat tanpa awak atau drone tersebut.

Mengutip Reuters, Ada dua titik lokasi yang menjadi target serangan tersebut. Pertama adalah Fasilitas Khurais yang merupakan ladang minyak utama milik Saudi Aramco.

Sementara titik serangan lainnya adalah Fasilitas Abqaiq yang merupakan lokasi pabrik pengolahan minyak terbesar milik Saudi Aramco.

Adapun imbas serangan tersebut memaksa Kerajaan Arab Saudi memangkas produksi minyaknya hingga 5,7 juta barel per hari atau mencapai 50% dari total produksi harian.

“Abqaiq mungkin merupakan fasilitas paling kritis di dunia untuk pasokan minyak,” kata Jason Bordoff, yang menjalankan Pusat Kebijakan Energi Global di Universitas Columbia dan bertugas di Dewan Keamanan Nasional AS selama masa kepresidenan Barack Obama.

Serangan kali ini adalah yang terbaru dari serangkaian serangan rudal dan drone Houthi di kota-kota Saudi yang sebagian besar telah dicegat, tetapi baru-baru ini mencapai sasaran, termasuk ladang minyak Shaybah bulan lalu dan stasiun pompa minyak pada bulan Mei. Kedua serangan itu menyebabkan kebakaran tetapi tidak mengganggu produksi.