AS-Iran Makin Panas, Trump Bakal Naikan Sanksi Teheran

NADPos.com – Melalui Twitternya, Trump memerintahkan Departemen Treasury untuk secara substansial menaikkan sanksi ke Teheran. Cuitan tersebut ditulis Trump di akun Twitter pribadinya @realDonaldTrump, Rabu (18/9/2019) waktu setempat.

Pengumuman Trump ini dilakukan setelah sebelumnya AS menuduh Iran berada dibalik serangan pemberontak Houthi ke Arab Saudi. Sabtu, pemberontak Houthi mengebom Hijra Khurais dan fasilitas kilang minyak mentah di Abqaiqi.

Sebagaimana dikutip dari CNBC International, Gedung Putih belum mau berkomentar atas cuitan Trump. Namun harga minyak Brent sempat turun setelah AS mengumumkan akan memberi hanya sanksi dan bukan tindakan militer.

Di hari Selasa lalu, Trump menegaskan kembali bahwa dirinya tidak sudi bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di Sidang Umum PBB di New York AS pekan depan.

“Saya tidak ingin bertemu dengannya. Saya pikir mereka (Iran) tidak akan siap, tetapi saya memang lebih suka tidak bertemu denganya,” tegas Trump.

Hal senada juga dikatakan Presiden Iran. Ia pun mengaku ogah berdialog dengan Trump “Para pejabat Iran tidak akan pernah berbicara dengan Amerika,” tegasnya.

Sebelumnya, jika AS dan Iran benar-benar berperang harga minyak kemungkinan bakal naik signifikan. Bahkan analis percaya, kenaikan bisa mencapai US$ 100 per barel.

Pemberontak Janji Kembali Target Ladang Minyak

Sementara Ancaman teror masih akan berlanjut pada fasilitas produksi minyak di Arab Saudi. Hal ini diungkapkan pemberontak Houthi di Yaman sebagaimana dilansir Bloomberg.

Dalam pernyataan resminya, para pemberontak mengatakan akan terus menargetkan instalasi minyak negara kerjaan itu sebagai sasaran serangan.
“Senjata kami bisa menjangkau area mana saja di Arab Saudi,” ujar pemberontak Houthi dalam siaran televisi miliknya.