Setelah Bekas Kadisparbudpora Pidie Ditangkap, Buron kasus Korupsi Ini Akhirnya Ikut Menyerahkan Diri

NADPost.com — Sigli | Buronan kasus korupsi pengadaan tanah lapangan bola dan trek atletik di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie, Jumat (20/9/2019).

Dia adalah Ibrahim, yang sebelumnya melarikan diri saat sedang proses pemeriksaan pada Oktober 2018 lalu.

Kajari Pidie Efendi mengatakan, Ibrahim menyerahkan diri pukul 14.00 WIB tadi.

“Sebelumnya kita memantau bahwa dia berada di Banda Aceh, makanya tadi saya suruh tim bergerak ke Banda Aceh,” kata Efendi.

Usai saalat Jumat, tim yang dipimpin Kasi Piksus dan Kasi Intel Kejari Pidie dan beberapa anggota kajaksaan bergerak menuju Banda Aceh.

Setengah perjalanan tim ke Banda Aceh, sebuah telepon masuk pada hanphonnya yang menyampaikan bahwa Ibrahim berada di Pidie dan akan menyerahkan diri kepada Kejari Pidie.

“Pukul 13.45 WIB, Ibrahim sudah berada di Kantor Kejari Pidie diantar kawannya,” ujar Efendi.

Ibrahim selanjutnya diamankan di ruang kasi Pidsus Kejari Pidie sembari menunggu kuasa hukum yang akan mendampingi tersangka dalam proses penyidikan, sekaligus penyempurnaan berkas berita acara pemeriksaan (BAP).

“Kita beri hak kepada tersangka, apakah akan diperiksa sampai malam atau bagaimana nanti. Kita masih tunggu pengacaranya,” sambung Efendi.

Usai di BAP, tersangka akan ditahan di Rutan Kajhu Aceh Besar selama 20 hari, sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

“Ancaman hukuman sama dengan tersangka Arifin (bekas Kadisparbudpora Pidie), yakni dijerat dengan Undang-Undang Tipikor ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” katanya.

Kajari Pidie menambahkan, penyerahan diri Ibrahim tidak terlepas dari peran media dalam pemberitaan tiga hari lalu, saat merilis penangkapan bekas Kepala Disparbudpora Pidie dan meminta agar Ibrahim kooperatif.

“Saya berterimakasih kepada media, karena penyerahan diri tersangka juga tidak terlepas dari peran kalian,” katanya.