Cerita Sekuriti soal Momen Penangkapan Ananda Badudu di Indekos

NADPost.com – Polisi menangkap Ananda Badudu terkait aksi demo mahasiswa pagi tadi. Ananda dijemput oleh 5 orang polisi dari indekosnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Sekuriti indekos, Azis mengungkap detik-detik penangkapan cucu tokoh Bahasa Indonesia J.S Badudu pada pukul 04.30 WIB. Saat itu Ananda bersama temannya di dalam kamar kos.

“(Ananda) ada di ruangan, ada dua orang, yang buka pintu temannya. Terus Polda ngasih surat gitu ke temennya,” kata Azis saat ditemui detikcom di lokasi, Jumat (27/9/2019).

Menurut Azis, tidak ada perlawanan ketika Ananda ditangkap polisi. Ananda menuruti perintah polisi yang menangkapnya saat itu.

“Nggak ada (perlawanan), nurut aja dibawa. Enggak ada marah-marah kayak gitu nggak ada, dia ikut aja langsung,” ungkap Azis.

Azis mengatakan, polisi menunggu cukup lama di depan indekos sebelum menjemput Ananda. Polisi baru masuk setelah sekuriti membuka pintu gerbang indekos.

“Terus tiba-tiba Polda nyamperin temen saya, dikasih foto (Ananda) gitu, yang jaga di bawah bilang “kenal, itu di atas”, terus langsung diantar ke atas. Polda nggak kasih tau sih salahnya apa, mobil dari siangnya udah ada,” jelasnya.

Terkait penangkapan tersebut, Azis mendengar Ananda ditangkap soal pendanaan demo mahasiswa.

“Infonya sih ditangkap karena dia mengeluarkan dana gitu sama yang demo-demo gitu mahasiswa, ngasih uang gitu jumlah Rp 10 juta, katanya sih gitu,” ungkapnya.

Lebih jauh, Azis menyebut Ananda adalah sosok pemuda yang baik. Ananda juga pendiam.

“Kalau ngobrol sih enggak, cuma kalau saya numpang lewat gitu di bawah, dia nyapa pernah. Ngobrol mah nggak pernah, tapi orangnya nyapa gitu, dia mah orangnya baik sih,” tandas Azis.

Ananda dibebaskan pada pukul 10.00 WIB pagi tadi. Dia berstatus sebagai saksi dalam pemeriksaan tersebut.

“Nggak ditahan dan sudah dipulangkan. Statusnya saksi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.