GAM Masuk Nominator Ormas Award 2019 dari Kemendagri

NADPost.com I Luwuk – Organisasi kemasyarakatan Gabungan Aktifis Manthailobo (GAM) Kabupaten Banggai bakal menjadi ormas pertama di daerah ini yang mendapat pengakuan nasional atas kiprahnya dalam masyarakat. Hal itu setelah dimasukkannya GAM dalam nominator Ormas Award 2019, yang diselenggarakan Kemendagri RI.

Tak tanggung-tanggung, GAM memenuhi tiga (3) dari delapan (8) kategori pemberian penghargaan itu. Yakni dalam kategori Lingkungan Hidup, Penanggulangan Bencana, dan kategori Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.

Kepastian masuknya GAM dalam Ormas Award 2019, disampaikan Kesbangpol Banggai melalui Margaretha Toding, yang menemui ketua GAM kabupaten Banggai, Idhin Massa, jumat kemarin. Bahwa organisasi masyarakat yang selama ini banyak berkiprah dalam kemajuan daerah kabupaten Banggai, mendapatkan perhatian besar pemerintah pusat.

Masuk dalam nominator di tiga kategori tersebut, Kebangpol Banggai kemudian menyerahkan hal-hal yang harus segera dilengkapi GAM, dalam persyaratan keabsahan ormas. Yang nantinya akan dikirimkan ke Kemendagri RI. Menurut Kesbangpol Banggai, GAM diberikan atensi khusus pemerintah pusat dalam kategori Lingkungan Hidup. Dimana aksi bersih-bersih, penanaman pohon, serta aksi lingkungan yang selama ini digalakkan GAM secara mandiri, diberikan aplaus tersendiri.

GAM sendiri selama ini memang selalu dan terus aktif dalam kegiatan-kegiatan lingkungan hidup, penanggulangan bencana, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Bahkan, Pinasa yang dinobatkan dalam 45 inovasi terbaik di Indonesia serta membawa kabupaten Banggai kembali merebut piala Adipura berturut-turut, bercikal bakal dari aksi lingkungan yang dilakukan GAM. Yang sebelumnya digalakkan dengan bertema Jumpa Darling (Jumat Pagi Sadar Lingkungan).

Ormas Award oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, melalui Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, dilaksanakan dengan mengacu pada tujuan dibentuknya ormas itu sendiri. Yang tertuang dalam Pasal 40 dan Pasal 41 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Dimana dalam pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, memiliki 3 tujuan strategis. Pertama, meningkatkan kualitas, kompetensi, kapasitas kelembagaan dan pengurus ormas sehingga terbentuk kepemimpinan yang berkarakter, memiliki jati diri, dan berwawasan kebangsaan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kedua, meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan pengurus Ormas agar terwujud Ormas yang mandiri, kredibel, dan akunrtabel sehingga dapat secara konsisten menjalankan tujuan, fungsi, dan kewajibannya.

Serta tujuan ketiga, terjalinnya komunikasi dan sinergisitas dan jaringan kemitraan di antara sesama Ormas maupun antara Ormas dengan Pemerintah dalam mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, serta menjaga dan memelihara keutuhan dan kedaulatan NKRI.