Presiden Negara Ini Izinkan Warganya Menembak Pejabat yang Korupsi

NADPost.com, Jakarta — Nama Rodrigo Duterte memang sudah tidak asing lagi di dunia Internasional. Hal ini karena banyaknya kontroversi dan kebijakan-kebijakan tak biasa yang dibuat. Rodrigo Duterte adalah presiden Filipina yang sering disebut-sebut sering menyikat penjahat.

Gaya bicaranya yang nyeleneh dan blak-blakan membuat popularitasnya kian meroket dan bahkan dijuluki “Donald Trump Asia”. Selain itu kebijakan-kebijakan yang ditelurkan oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte ini memang kerap kali mencuri perhatian dunia. Yang baru-baru ini menjadi sorotan adalah kegeramannya terhadap pejabat yang masih melakukan korupsi.

Beberapa waktu lalu ia menghancurkan mobil dan motor mewahnya sebagai bentuk janjinya memberantas korupsi. Kini presiden Filipina ke-16 ini memberi izin warganya untuk menembak pejabat yang korupsi, seperti yang Liputan6.com lansir dari Gulf News, Kamis (3/10/2019).

Jangan Sampai Membunuh

Duterte mengatakan dalam pidatonya, siapa pun dapat menembakkan peluru kepada pejabat yang melakukan tindak korupsi di negara tersebut. Duterte juga mengatakan, warganya bisa menembak mereka (koruptor), namun jangan sampai membunuhnya.

Bagi warga yang menyerang pejabat yang korup tidak akan dikirim ke penjara, melainkan hanya didakwa karena menyebabkan cedera. Duterte bahkan bersumpah membela warganya yang siap menembak koruptor. Presiden berusia 74 tahun ini tak puas dengan upaya pemberantasan korupsi di negaranya.

Sebelumnya pada 2016, Duterte mengatakan akan melempar pejabat publik yang melakukan korupsi dari atas helikopeter yang sedang terbang. Ia mengakui, korupsi merupakan salah satu masalah tersebesar dalam pemerintahannya kini. Beragam aksi yang dilakukukan oleh Presiden Filipina ini memang acapkali mencuri perhatian dunia.

Selain memberantas korupsi di negaranya, ia juga terkenal dengan aksinya melawan narkoba. Sudah tiga tahun sejak Duterte berkuasa pada 2016 dan berjanji memberantas narkoba. Bahkan ia memberi wewenang polisi untuk membunuh terduga pengedar atau pecandu.