Beralasan Teroris – Aparat Polisi Telah Mengakhiri Hidup Qidam Alfariski Mowance Hanya Berdalih Klaim Teroris

NADPost.com I Poso – Di tengah pandemik, di tengah situasi sulit, di saat seluruh elemen anak bangsa wajib saling bersinergi untuk melawan virus Corona, ternyata polisi bertindak sebaliknya. Polisi, telah membunuh tanpa alasan yang hak, telah membunuh hanya berdalih klaim teroris.

Qidam Alfariski Mowance, pada tanggal 9 April 2020 bertempat di Desa Tobe Kec. Poso Pesisir Utara Kab. Poso ditembak mati oleh polisi. bermodal Pernyataan anggota kelompok TERORIS, Qidam dihabisi.

Tindakan polisi ini sangat biadab, telah membunuh jiwa yang telah Allah SWT haramkan. Selalu saja, alasan terorisme diunggah, terlibat kelompok ini dan Itu.

Qidam belum diperiksa, belum disidik, belum dihadirkan di sidang pengadilan, belum divonis. Lantas atas dasar apa polisi mengeksekusi mati Qidam ?

Qidam tak punya kemampuan untuk melawan, tak punya senjata yang membahayakan. Kenapa tidak diambil opsi dilumpuhkan ? Bukan ditembak mati.

Kenapa tembak mati itu menimbulkan jahitan ? Jelas, ada penyiksaan terhadap Qidam, terlihat jelas pada kondisi jasad Qidam.

Dengan dalih apapun, polisi tidak dibenarkan membunuh Qidam. Polisi wajib bertanggung jawab atas kematian Qidam.

Kurang ajar sekali polisi ini, biadab. Dikiranya nyawa berharga murah. Sekolah repot repot jadi polisi, hanya bekerja untuk menumpuk dosa, menzalimi rakyat.

Silahkan wahai rakyat, doakan dengan doa keburukan, bagi para polisi biadab, agar diazab Allah SWT. Termasuk istri, anak, dan keluarganya, yang mendapat makan dari uang menzalimi Rakyat.

Jangan berharap ada penegakan hukum, hukum mah suka suka Mereka. Tak akan ada proses pidana.

Pembunuhan dengan dalih terorisme, sudah sangat sering terjadi. Jadi, jangan berharap polisi akan bertanggung jawab atas setiap nyawa yang dibunuhnya.

Yang di penjara yang telah jelas divonis bersalah dibebaskan. Yang diluar, belum diperiksa, bermodal kecurigaan, berdalih terorisme, nyawanya dicabut habisi.

Seperti yang Sudah Beredar pada media sosial yang di bagikan oleh salah satu akun facebook pada tanggal 13 April 2020 pada pukul 22.04, dengan terupdatenya konten ini telah mendapat ribuan yang like dari pengiat medsos dan telah terbagi sebanyak 782 share dalam 2 Hari ini.

 

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=128137335474577&id=100048349325608

Sumber : Nasrudin Joha