Misteri Meninggalnya Tiga Pangeran Arab Saudi Dalam Waktu Sebulan

NADPost.com I Jeddah – Tercatat sudah ada tiga pangeran Arab Saudi yang meninggal dunia dalam waktu sebulan terakhir, yakni sejak bulan Juni hingga Juli ini. Namun, penyebab wafatnya ketiga pangeran Saudi itu masih diselimuti misteri.

Kematian pertama seorang pangeran Arab Saudi dilaporkan pada 4 Juni lalu. Kerajaan mengatakan Pangeran Saud bin Abdullah bin Faisal bin Abdulaziz Al Saud meninggal dunia tanpa menjelaskan penyebab kematiannya.

“Pemakaman Yang Mulia Pangeran Saud bin bin Abdullah bin Faisal bin Abdulaziz akan berlangsung hari Jumat (5/6) di Riyadh,” tulis Saudi Arabia Press (SPA).

Masih di bulan Juni, Pangeran Arab Saudi berikutnya yang meninggal dunia adalah Pangeran Bandar bin Saad bin Mohammad bin Abdulaziz bin Saud bin Faisal Al Saud. Namun, penyebab kematiannya juga masih misteri.

Seperti dilansir dari kantor berita pemerintah, SPA, Kerajaan Saudi mengumumkan bahwa Pangeran Bandar bin Saad meninggal dunia pada Minggu (28/6) dinihari waktu setempat. Doa pemakamannya digelar di Riyadh pada Senin (29/6) waktu setempat.

Kabar duka itu kembali datang dari kerajaan Arab Saudi. Kerajaan Arab Saudi mengumumkan Pangeran Khalid bin Saud bin Abdulaziz Al Saud meninggal dunia pada Selasa (7/7/2020). Pangeran Khalid dilaporkan wafat di luar negeri.

“Kerajaan mengumumkan wafatnya Pangeran Khalid bin Saud bin Abdulaziz Al Saud, yang meninggal dunia di luar negeri,” demikian pengumuman tersebut seperti yang dilansir Kantor berita SPA, Selasa (7/7/2020).

Pangeran Khalid wafat pada Selasa (7/7) pukul 18:49 waktu setempat. Namun, tidak ada penjelasan soal negara tempat sang pangeran wafat ataupun penyebab kematiannya.

Sebelumnya, dalam sebuah laporan, dokter di rumah sakit elit yang merawat anggota keluarga Al-Saud kala itu menyiapkan sebanyak 500 tempat tidur, dan menekankan kondisi di kerajaan Saudi dalam keadaan ‘siaga tinggi’.

“Arahan harus siap untuk V.I.P dari seluruh negara,” tulis pesan dari Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal yang diterima The New York Times pada Selasa (7/4/2020).

“Kami tidak tahu berapa banyak kasus yang akan kami dapatkan tetapi waspada, semua pasien kronis harus dipindahkan secepatnya, kasus ‘darurat’ yang akan diterima lebih awal,” lanjut pesan tersebut.

Lebih dari enam minggu setelah Arab Saudi melaporkan kasus pertamanya, virus Corona atau COVID-19 dilaporkan turut menginfeksi keluarga kerajaan. Ketika itu, sebanyak 150 bangsawan di kerajaan diyakini telah terinfeksi virus Corona.

Raja Salman pun disebut sempat mengasingkan diri demi menjaga keselamatannya di sebuah istana pulau dekat kota Jeddah di Laut Merah. Sementara Putra Mahkota Mohammed bin Salman, putranya dan penguasa de facto yang berusia 34 tahun dikabarkan mundur, dan banyak pula para menteri yang pergi ke tempat terpencil di pantai yang sama, di mana rencananya akan membangun kota futuristik yang dikenal dengan Neom.