Kuras Anggaran, Touring Moge di Hari Damai Aceh Dinilai Tidak Bermanfaat

 

Foto : Ilustrasi Tour Moge (pixabay) & Dok. GeRak Aceh
Foto : Ilustrasi Tour Moge (pixabay) & Dok. GeRak Aceh

NADPost.com I BANDA ACEH – Memperingati 15 Tahun Damai Aceh, Pemerintah Aceh berencana menggelar touring dengan motor gede melewati rute timur dan utara Aceh, 12-14 Agustus mendatang.

Dari daftar rundown yang beredar, rombongan moge akan melintasi Bireuen, Lhoksukon, Kuala Simpang, Lhokseumawe, Langsa, Aceh Timur, Pidie Jaya dan berakhir di Mess Wali Nanggroe, Banda Aceh.

Sebelumnya juga beredar surat dari Sekda Aceh Taqwallah tertanggal 7 Agustus 2020 yang ditujukan kepada 10 bupati/walikota di Aceh, agar berkenan memfasilitasi pengamanan sepanjang rute perjalanan touring pihak Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) yang akan menggelar Tour Hari Damai Aceh ke-15 itu.

Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh menyayangkan kegiatan tersebut. Pasalnya, touring itu dibiayai dengan anggaran senilai Rp 305.663.796 yang bersumber dari dana refocusing APBA.

Anggaran refocusing seharusnya digunakan untuk menangani pandemi Covid-19 di Aceh, bukan malah untuk jalan-jalan dan dihambur-hamburkan.

“Angka pandemi di Aceh kian meningkat, di tengah kondisi fasilitas kesehatan yang semakin buruk karena pandemi, bisa dibayangkan anggarannya itu malah digunakan untuk pergi touring,” ujar Divisi Advokasi dan Kampanye KontraS Aceh, Azharul Husna dalam keterangan resminya, Rabu (12/8/2020).

Apalagi, tambahnya, pemerintah seharusnya lebih fokus pada penanganan Covid-19 yang makin tinggi di Aceh. Tak hanya itu, pemerintah harus melarang kegiatan pengumpulan orang dalam jumlah lebih dari 10 orang.

KontraS juga meminta Badan Reintgerasi Aceh (BRA) untuk menolak tegas rencana kegiatan touring itu, karena dinilai tidak punya relevansi apapun dengan perdamaian Aceh yang masih menyisahkan banyak persoalan hingga saat ini. Apalagi setelah diketahui rombongan tersebut hanya jalan-jalan dan berswafoto saja di tiap persinggahan mereka nantinya.

Husna menyebut touring tersebut sama sekali tidak sensitif terhadap kondisi psikologis masyarakat hari ini.

Selengkapnya di popularitas.com