Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Pidie Melakukan Survey Kepada Masyarakat Dampak Setelah Disahkannya UU Ciptaker

NADPost.com I Sigli – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pidie melakukan survey langsung kepada masyarakat terkait keresahan masyarakat terhadap disahkannya undang undang cipta kerja.

Dalam aksi tersebut mahasiswa terjun langsung kelapangan dengan melakukan wawancara terhadap masyarakat tentang bagaimana tanggapan masyarakat dalam menyikapi undang undang cipta kerja.

Sesuai dengan tridharma perguruan tinggi mahasiswa perlu melakukan pengkajian sebelum melakukan aksi di jalan dalam menyuarakan aspirasi rakyat. Kamis, 15/10.

Survey dilakukan beberapa titik yang dilakukan oleh aliansi BEM Pidie. Serta meminta masukan dari masyarakat terkait UU CIPTA KERJA dan aspirasi lainnya dari masyarakat terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie.

Setiap masukan dalam survey tersebut akan disampaikan kepada DPRK Pidie. Aqsa Buana sebagai Koordinator Lapangan mengatakan, seharusnya DPR-RI sebelum mengesahkan OMNIMBUSLAW baiknya melakukan sosialisasi dulu kepada masyarakat tentang apa itu OMNIMBUSLAW Cipta Kerja,

“Karena OMNIMBUSLAW ini merupakan hal baru di Indonesia dan banyak masyarakat yang tidak paham. Belum lagi ditambah dengan banyak pasal yang berpotensi merugikan dan berbagai isu-isu miring lain didalamnya, kenapa harus begitu diburu?” kata Aqsa Buana.

DPR mewakili suara rakyat dan bekerja untuk rakyat, tapi rakyat tidak mendapat penjelasan soal apa yang dikerjakan DPR. Wajar bila rakyat bertanya sebenarnya rakyat mana yang diperjuangkan DPR! Katanya.

“Menyikapi UU Ciptakerja DPR harus memberi kejelasan hukum dan transparansi tentang keterbukaan UU Cipta Kerja terhadap masyarakat,” pungkas salah satu masyarakat Pidie.

Survey yang dilakukan beberapa titik oleh aliansi BEM tergolong unik yakni ke warkop-warkop meminta tanggapa dan tanda tangan masyarakat, selain aksi turun ke jalan dan demo ke gedung DPRK setempat.