Warga Melahirkan di Pinggir Jalan Samarkilang, Sarkawi Diminta Copot Kadiskes Bener Meriah

NADPost.com – Redelong | Kasus Nurjanah (29) warga Samarkilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah yang melahirkan di pinggir jalan dinilai sebagai imbas dari buruknya pelayanan kesehatan.

Ibu hamil yang seharusnya berhak mendapatkan layanan standar, atau biasa dikenal dengan istilah antenatal care, justru terabaikan lataran buruknya tata kelola Puskesmas Samarkilang.

Seperti diketahui, Nurjanah melahirkan putra ketiganya di perjalanan saat menuju ke Puskemas Pondok Baru sekira pukul 09.00 WIB, di kawasan Pucuk Ujung, Kecamatan Syiah Utama, Kamis (29/10/2020).

Direktur Ramung Institute Waladan Yoga mengatakan, kasus yang terjadi di perlintasan jalan Samarkilang tersebut sangat memprihatinkan.

Ia menilai hal itu terjadi lantaran kinerja Dinas Kesehatan Bener Meriah dan puskesmas setempat bobrok. Pihaknya pun meminta Sarkawi mencopot Kadis Kesehatan Bener Meriah, Aliyin.

“Melihat kasus ibu Nurjanah membuat semua pihak sangat sedih. Pelayanan kesehatan yang sangat buruk, ini akibat kelalaian dinas kesehatan termasuk Pemkab Bener Meriah,” tegasnya.

Selain mencopot kadis kesehatan, kata dia, Sarkawi juga harus segera mengevaluasi jajaran Dinas Kesehatan Bener Meriah dan meminta pertanggungjawaban terhadap kasus tersebut.

“Kasus ibu melahirkan di pertengahan jalan bukan kali ini saja terjadi, bahkan itu sering. Seharusnya Pemkab Bener Meriah peka terhadap kasus yang sebelumnya pernah terjadi dan seharusnya itu menjadi pelajaran,” kata Waladan Yoga.

Menurutnya, pelayanan kesehatan adalah dasar yang harus berikan dan dilakukan dengan cara yang baik.

“Bayangkan saja, hanya ada satu bidan yang ada di sana, bahkan puskesmas setempat nyaris sering kosong, tidak ada tenaga kesehatan. Seharusnya dokter yang bertugas sebagai kepala puskesmas,” katanya.

“Karena itu, Sarkawi harus berikan sanksi yang keras, kadis kesehatan juga harus bertanggungjawab. Terlihat jelas, kadis kesehatan tidak pernah melakukan evaluasi harian, mingguan bahkan bulan untuk mengontrol kinerja bawahannya.”

Mirisnya kata dia, selain pelayanan kesehatan yang buruk saat ini, fasilitas kesehatan di Samarkilang juga sangat minim.

“Jangan menganggap faktor kejauhan menjadi penghambat. Meski mereka di pedalaman, mereka juga rakyat Bener Meriah yang wajib diperhatikan,” katanya.