Tunangan Korban Ungkap Modus Dugaan Pencabulan oleh Oknum Ketua Yayasan

NADPost.com – Lhokseumawe | Laki-laki berinisial R, yang tak lain tunangan korban dugaan pencabulan dan pelecehan seksual berinisial F, yang diduga dilakukan oleh oknum ketua yayasan di Kota Lhokseumawe, mengungkap modus pencabulan terhadap calon istrinya.

R mengungkap, oknum ketua yayasan itu melecehkan F dengan alasan ingin menyembuhkan korban dari pengaruh guna-guna. Kata dia, dugaan pelecehan pertama kali terjadi di kampus.

Selanjutnya, pencabulan kembali terjadi saat korban F mengikuti acara wisuda di Medan. Saat itu, lanjut R, oknum ketua yayasan itu mencabuli korban F di kamar sebuah hotel di lantai 29.

Menurut R, korban F diajak terduga pelaku ke kamarnya juga dengan modus ingin melanjutkan pengobatan menyembuhkan guna-guna. Tapi, dia menuding hahwa yang terjadi justru dugaan pencabulan.

Lebih lanjut R memaparkan berdasarkan penuturan korban, saat itu korban F juga mengaku diperlihatkan kemaluan terduga pelaku. Bukan sendirian, aksi itu diduga melibatkan anak angkat oknum tersebut.

Keduanya dituding menggahi mahasiswi tersebut secara bersama-sama di dalam kamar. Tidak selesai sampai di situ, R juga mengungkap bahwa aksi pencabulan terus dilakukan beberapa kali di kampus dan di laboratorium kampus.

Terakhir, kata R, oknum ketua yayasan itu meminta agar tunangannya membuat dan menandatangani sebuah surat bermaterai 6.000, yang isinya antara lain tidak menuntut terduga pelaku.

Untuk informasi, korban F sebelumnya saat menjadi mahasiswi uga bekerja di lab kampus sebagai staf laboratorium. F berasal dari keluarga miskin yang mendapat beasiswa di kampus itu. Sampai sekarang korban dan keluarganya belum berani malapor ke pihak Kepolisian.

Hingga berita ini tayang, MEDIARESMI.COM belum dapat meminta klarifikasi kepada oknum ketua yayasan yang dituduh telah mencabuli F. Korban baru menyampaikan hal itu kepada salah satu anggota DPRK Lhokseumawe.