Parah! Oknum Ketua Yayasan Diduga Juga Cabuli Mahasiswi Cantik Lain Selain Melati

NADPost.com – Lhokseumawe I Pencabulan dan pelecehan seksual di salah satu yayasan pendidikan di Kota Lhokseumawe, yang diduga dilakukan oleh oknum ketua yayasan berinisial A, terhadap Melati (nama samaran) masih misteri.

Diduga masih banyak korban pencabulan dan pelecehan seksual lainnya di yayasan itu yang belum terungkap. Menurut informasi yang diterima MEDIARESMI.COM, pada Selasa 27 Oktober 2020 lalu, masih ada korban lainnya selain Melati.

Kabarnya, hampir setiap mahasiswi berparas cantik yang menerima biaya pendidikan dari dana beasiswa di yayasan itu, diduga juga menjadi korban pencabulan atau upaya pencabulan dari oknum ketua yayasan tersebut.

Hal itu disampaikan tunangan Melati berinisial Romeo. “Menurut pengakuan dia (Melati), korbannya bukan cuma dia, yang cantik-cantik di sana diduga menjadi korban pencabulan dia semua,” bebernya.

Baca: Tunangan Korban Ungkap Modus Dugaan Pencabulan oleh Oknum Ketua Yayasan

Romeo menuturkan, hingga saat ini calon istrinya dan keluarga belum berani terbuka kepada publik atau kepada media, karena selain takut (merasa malu), korban dan keluarga juga merasa terancam oleh oknum tersebut.

Korban dan tunangannya juga sudah mengadukan masalah itu dan meminta perlindungan ke salah seorang anggota DPRK Lhokseumawe, serta menyampaikan pengaduan ke Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak di daerah itu.

Sementara, hingga saat ini belum ada tanggapan apapun atau penjelasan lainnya terkait dengan masalah yang sedang dihadapi Melati bersama keluarganya. MEDIARESMI.COM juga belum mendapat kabar apakah masalah itu sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian atau belum.

Sebelumnya juga diberitakan, bahwa korban harus membuat surat pernyataan bermaterai 6.000, yang isinya dilarang mengungkap dugaan kejahatan seksual itu kepada siapapun. Korban Melati juga diancam dengan uang ganti rugi 10 kali lipat dari total beasiswa yang pernah ia terima.

Baca juga: Oknum Ketua Yayasan di Lhokseumawe Cabuli Mahasiswi, Kalau Ketahuan Harus Bayar Satu Miliar

Bukan itu saja, dia juga diancam membayar kerugian hingga 1 miliar jika dugaan kejahatan seksual yang diduga dilakukan oknum itu ketahuan pihak lain. Namun, kini dugaan kejahatan seksual itu sedikit demi sedikit terungkap berkat desakan tunangan korban.

Akankah kasus ini bermuara ke meja hijau atau diselesaikan dengan cara kekeluargaan? Entahlah, tapi yang jelas, kejahatan seksual dan pencabulan yang kini marak terjadi harus segera diakhiri di Bumi Serambi Mekkah.